TUGAS BERSTRUKTUR
|
DOSEN PENGASUH
|
FILSAFAT ILMU
|
Hajiannor
|
Bahasa dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah

M
Disusun oleh:
Ahmad Haryadi
Hikmatul Baniah
Ismi Kamariah
Jainah
M. Rifazi Ramadhani
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
2011
KATA PENGANTAR
Asslamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillahirobil ‘alamin kami ucapkan,berkat limpahan rahmat, taufiq dan hidayah serta inayah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kami, kami dapat menyelasaikan tugas makalah berstruktur filsafat ilmu ini.
Sholawat serta salam tak lupa kami haturkan keharibaan junjungan kita nabi besar, nabi pemimpin ummat yang mana jikalau bukan karena belau kita tidak diciptakan, dan nabi pembawa cahaya dari alam kegelapan menuju alam terang benderang yaitu nabi kita nabi besar MUHAMMAD SAW.dan juga sahabat,karabat, tabiin, tabiittabin yang mengikuti beliau min yaumi hadza ila yaumil qiyamah.
Kami selaku penulis makalah ini banyak-banyak minta maaf apabila terdapat kekurangan baik dari segi penulisan atau isi mengenai makalah ini.
Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dan juga tempat salah dan khilaf, maka dari itulah kami sangat menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan baik dalam penulisan maupun isi. Kami sangat mengaharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi sempurna.
Semoga makalah ini bermanfaat baik bagi si pembaca atau yang mendengarkan dan juga kita semua di ridhoi Allah SWT. Amin
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Banjarmasin, jum’at 2011
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................i
Kata Pengantar ........................................................................... …....ii
Daftar isi ............................................................................................. iii
BAB I Pendahuluan ………………………...…………...……………1
A. Latar belakang masalah……………………………...……….1
B. Perumusan masalah………………………………...………...1
C. Tujuan Penulisan………………………………...…………...1
BAB II Pembahasan …….………………………………………..…...2
A. Bahasa....................................................................................2
B. Matematika..............................................................…….....5
BAB III Penutup………………………………………………………7
Simpulan……….…………….……………….…………………...7
DAFTAR PUSTAKA……………...…………………………...….....8
BAB II
PEMBAHASAN
Bahasa dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
A. Bahasa
Bahasa sebagai sarana komunikasi antar manuasia, tanpa bahasa tiada komunikasi. Sebagai sarana komunikasi maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa, seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain tanpa mempunyai kemampuan berbahasa, seseorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur.
Dengan kemampuan kebahasaan akan terbentang luas cakrawala berpikir seseorang dan tiada batas dunia baginya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wittgenstein yang menyatakan :”batas bahasaku adalah batas duniaku”. Bloch and Trager mengatakan bahasa adalah suatu sistem simbol-simbol bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi.
Setiap unsur yang terdapat didalamnya:
a. Simbol-simbol
Dikatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol-simbol, hal tersebut mengandung makana bahwa ucapan si pembicara di hubungkan secara simbolis dengan objek-objek ataupun kejadian dalam dunia praktis.
b. Simbol-simbol vokal
Simbolsimbol yang membangun ujaran manusia adalah simbol-simbol vokal, yaitu bunyi-bunyi yang urutan-urutan bunyinya dihasilkan dari kerja sama berbagai organ atau alat tubuh dengan sistem pernapasan.untuk memenuhi maksudnya, bunyi-bunyi tersebut haruslah di dengar oleh orang lain dan harus di artikulasikan sedemikian rupa untuk memudahkan si pendengar untuk merasakannya secara jelas dan berbeda dari yang lainnya.
c. Simbol-simbol vokal arbitrer
Istilah arbitrer disini bermakna “mana suka”dan tidak perlu ada hubungan yang valid secar filosofis antara ucapan lisan dan arti yang dikandungnya. Hal ini akan lebih jelas bagi orang yang mengetahui lebih dari satu bahasa. Misalnya, untuk menyatakan jenis binatang yang disebut Equus Caballus, orang Inggris menyebutnya Horse, orang Prancis cheval, orang Indonesia uda, dan orang Arab hison. Semua kata ini sama tepatnya, sama arbitrerrnya
1. Fungsi bahasa
Aliran filsafat bahasa dan psikolinguilistik melihat fungsi bahasa sebagai saran untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi, sedangkan aliran sosiolinguitistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat.
Walaupun tampak perbedaan pendapat ini saling melengkapi. Secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa adalah :
a) Kordinator kegiatan-kegiatan masyarakat
b) Penetapan pemikian dan pengungkapan
c) Penyampaian pikiran dan perasaan
d) Penyenangan jiwa
e) Pengurangan kegoncangan jiwa
Menurut Halliday sebagaimana yang dikutip oleh Thaimah bahwa fungsu bahasa adalah sebagai berikut :
a) Fungsi instrumental
b) Fungsi regulatoris
c) Fungsi interaksional
d) Fungsi personal
e) Fungsi heuristik
f) Fungsi imajinatif
g) Fungsi representasional
Buhler membedakan fungsi bahasa kedalam bahasa ekspresif, bahasa konatif, dan bahasa representasional. Bahasa ekspresif, yaitu bahasa yang terarah pada diri sendiri yakni si pembicara. Bahasa konatif, yaitu bahasa yang terarah pada lawan bicara.dan bahasa representasional, yaitu bahasa yang terarah pada kenyataan lainnya, yaitu apa saja selain si pembicara atau lawan bicara.
Lebih lanjut, Desmond Morris mengemukakan empat fungsi bahasa yaitu :
a) Information talking, pertukaran keterangan dan informasi
b) Mood talking, hal ini sama dengan fungsi bahasa eksprisef yang dikemukan oleh Buhler
c) Exploratory talking. Sebagai ajaran untuk kepentingan ujaran, sebagaimana fungsi estetis
d) Grooming talking, tuturan yang sopan yang maksudnya kerukunan melalui percakapan, yakni menggunakan bahasa untuk memeperlancar proses sosial dan menghindari pertentangan.
2. Bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah
Untuk dapat berpikir ilmiah, seseorang selayaknya menguasai kriteria maupun langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah. Disamping menguasai langkah-langkah tentuya kegiatan ini dibantu oleh sarana berupa bahasa, logika matematika, dan statistika.
Sarana ilmiah, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu pertama, sarana ilmiah itu merupakan ilmu dalam pengertian bahwa ia merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah, seperti menggunakan pola berpikir induktif dan deduktif dalam mendapatkan pengetahuan. Kedua, tujuan mempelajarai saran ilmiah adalah agar dapat melakukan penelaahan ilmiah secara baik.
Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpiir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi unuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain, baik pikiran yang berlandaskan logika induktif maupun deduktif. Dengan kata lain, kegiatan berpikur iulmiah ini sangat berkaitan erat dengan bahasa.
Disamping itu bahasa ilmiah juga harus bersifat reproduktif, dengan arti jika si pengirim komunikasi menyampaikan suatu informasi berupa “X” misalnya, si pendengar juga harus menerima “X” juga. Hal ini dimaksudkan untuk tidak terjadi kesalahn informasi, dimana suatu informasi berbeda maka proses berpikirnya juga akan berbeda.
3. Bahasa ilmiah dan bahasa agama
Ada dua pengertian mendasar tentang bahasa agama, pertama, bahasa agama adalah kalam ilahi yang terabadikan kedalam kitab suci. Kedua, bahasa agama merupakan ungkapan serta perilaku keagamaan dari seseorang atau sebuah kelompok sosial.
Bahasa ilmiah dalam tulisan-tulisan ilmiah, terutama sejarah, selalu dituntut secara deskriptif sehingga memungkinkan pembaca (orang lain) untuk ikut menafsirkan dan mengembangakan lebih jauh. Sedangkan bahasa agama selain menggunakan gaya deskriptif juga menggunakan gaya preskriptif, yakni struktur makana yang dikandung selalu bersifat imperatif dan persuasif dimana pengarang menghendaki si pembaca mengikuti pesan pengarang sebagaimna terformulasikan dalam teks. Dengan kata lain gaya bahasa ini cenderung memerintah.
Bahasa ilmiah yang nota bene kreasi manusia bagaimana pun indahnya gaya bahasanya dan teraturnya urutan katanya namun tetap akan berhadapan dengan kritik dan saran dari para pembaca. Hal inilah yang sangat berbeda dengan bahasa agama, dimana para jagoan sastra harus mengakui kekalahan mereka jika dihadapkan dengan gaya bahasa agama yang termaktub dalam Al-qur’an.
B. Matematika
Dalam abad ke-20 ini, seluruh kehidupan manusia sudah mempergunakan matematika, baik matematika ini sangat sederhana hanya untuk menghitung satu, dua, tiga, maupun yang sampai sangat rumit, misalnya perhitungan antariksa.
Demikian pula ilmu-ilmu pengetahuan, semuanya sudah mempergunakan matematika, baik matematika sebagai pengembangan aljabar maupun statistik. Hampir dapat dikatakan bahwa fungsi matematika sama luasnya dengan fungsi bahasa yang berhubungan dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
Penalaran ilmiah menyadarkan kita kepada proses logika deduktif dan logika induktif Matematika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peran penting dalam berpikir deduktif.
1. Matematika Sebagai Bahasa
Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaian pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati.
Bahasa verbal mempunyai beberapa kekurangan. Untuk mengatasi kekurangan yang terdapat pada bahasa verbal, kita berpaling kepada matematika. Dalam hal ini kita katakan bahwa matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat majemukdan emosional dari bahasa verbal.
Matematika mempunyai kelebihan lain di bandingkan dengan bahasa verbal. Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Bahasa verbal hanya mampu mengatakan pernyataan yang bersifat kualitatif. Demikian juga penjelasan yang diberikan oleh ilmu bahasa verbal semuanya bersifat kualitatif.
Sifat kuantitatif dari matematika ini meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu. Ilmu memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat. Matematika memungkinkan ilmu mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif. Perkembangan ini merupakan suatu hal yang imperatif bila kita menghendaki daya prediksi dan kontrol yang lebih tepat dan cermat dari ilmu.
2. Matematika sebagai Sarana Berpikir Deduktif
Matematika merupakan ilmu deduktif. Nama ilmu deduktif di peroleh karena penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi tidak di dasari atas pengalaman seperti halnya yang terdapat didalam ilmu-ilmu empirik, melainkan didasarkan atas deduksi-deduksi ( penjabaran-penjabaran ).
Matematika merupakan pengtahuan dan sarana berpikir deduktif. Bahasa yang di gunakan adalah bahasa artifisial, yakni bahasa buatan. Keistimewaan bahasa ini adalah terbebas dari aspek emotif dan efektif serta jelas kelihatan bentuk hubungannya.
3. Matematika untuk ilmu alam dan ilmu sosial
Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Disamping pengetahuan mengenai matematika itu sendiri, matematika juga memberikan bahasa, proses, dan teori yang memberikan ilmu suatu bentuk dan kekuasaan. Fungsi matemetika menjadi sangat penting dalam perkembangn berbagai macam ilmu pengetahuan. Penghitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik, metode matematis memberikan inspirasi kepada pemikiran dibidan sosial dan ekonomi bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsetektur dan seni lukis.
BAB III
KESIMPULAN
1. Bahasa
Bahasa sebagai sarana komunikasi antar manuasia, tanpa bahasa tiada komunikasi. Sebagai sarana komunikasi maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa, seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain tanpa mempunyai kemampuan berbahasa,
Setiap unsur yang terdapat didalam bahasa:
a. Simbol-simbol
b. Simbol-simbol vokal
c. Simbol-simbol vokal arbitrer
2. Matematika
Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaian pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati.
Matematika merupakan ilmu deduktif. Nama ilmu deduktif di peroleh karena penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi tidak di dasari atas pengalaman seperti halnya yang terdapat didalam ilmu-ilmu empirik, melainkan didasarkan atas deduksi-deduksi ( penjabaran-penjabaran ).
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M. A. 2011. Filsafat Ilmu. Jakarta: Raja Grafinda Persada
Jujun S. Suryansumantri, Filsafat Ilmu Sebagai Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka sinar harapan, 1995
Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, Filsafat Ilmu, Yogyakarta: Liberty Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar