Rabu, 07 Desember 2011

Motivasi

Berusaha lah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah untuk menjadi manusia yang berguna.
(Einstein)

Menjadi orang penting itu memang baik tapi menjadi orang baik itu lebih penting
A. haryadi
by A. Haryadi

Kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Tetapi ia adalah batas dari sebuah kehidupan. Bertahan, & berusaha untuk bangkit dari keterpurukan adalah hal terbaik untuk di tempuh
by A. Haryadi

Belajar dari yang sukses adalah cara yang mudah dan cepat untuk mencapai tujuan. Dengan melakukan modeling, kita tidak perlu melakukan kesalahan yang pernah mereka lakukan serta dapat meniru langkah sukses yang telah mereka lakukan.
by Valentino dinsi

Memulai bisnis ibarat membuat sebuah bola salju, kemudian kita coba menggelindingkannya. Mungkin diawal-awal masih belum terlihat mencolok perubahannya, tapi ketika bola salju terus digelindingkan, maka semakin lama dia akan semakin membesar dan terus membesar.
 by Ade Hidayat




Budaya berpasangan dewasa ini semakin menular di kalangan remaja modern masa kini



Budaya ini yang lebih dikenali sebagai “couple” ini amat mempengaruhi gaya hidup golongan berdarah muda ini. Memang tidak dapat dinafikan ramai orang atau suara majority memandang perkara ini sebagai sesuatu yang negatif, yang boleh menjurus ke arah gejala gaya hidup tidak sihat. Tetapi, saya berpendapat yang budaya ini juga sedikit sebanyak juga memberi impak positif di dalam diri remaja.

Alasan utama saya berkata demikian ialah melalui pergaulan atau hubungan antara lelaki dan perempuan ini, secara tidak langsung perangai atau kelakuan seseorang individu itu khususnya kaum lelaki akan menjadi baik secara mendadak. Mereka akan berusaha untuk menjadi yang terbaik di kalangan kawan-kawan untuk menambat hati pasangan masing-masing. Ini seterusnya berjaya mengurangkan kadar masalah disiplin di sekolah.

Selain itu, jika dipndang daripada aspek lain, budaya “couple” ini boleh membantu individu untuk terus maju dalam bidang akademik. Hal ini boleh terjadi apabila pasangan masing-masing menjad sumber inspirasiuntuk mencapai kejayaan. Masing-masing akan berlumba dalam pelajaran untuk mendapat keputusan terbaik dalam setiap peperiksaan atau ujian yang dijalankan. Pasangan ini juga boleh saling membantu jika menghadapi sebarang masalah.

 Begitu juga dalam bidang sukan. Pasangan akan menjadi pembakar semangat untuk memenangi sesuatu sukan yang dipertandingkan itu. Secara tidak langsung, fenomena ini dapat mewujudkan gaya hidup sihat di kalangan remaja masa kini. Masalah-masalah sosial yang semakin teruk kini setidak-tidaknya berjaya dikurangkan.

Rabu, 02 November 2011

Para siswa menggunakan mendengar, membaca dan menulis selama pelajaran di sekolah berdasarkan kurikulum. Bahasa adalah alat belajar, apapun yang dipelajari baik itu ilmu sosial, ilmu pengetauan alam, matematika dan pelajaran lainnya yang termuat dalam kurikulum, semuanya menggunakan bahasa.
Theme cycles adalah cara baru dalam pengembangan kurikulum, yang mana siswa menggunakan bahasa untuk proses belajar (Alwenger dan Flores, 1994). Topik-topik pelajaran sosial dan ilmu pengetahuan alam sering kali digabung dalam theme cycle. Contohnya siswa mungkin mempelajari bagaimana manusia dan hewan berkomunikasi, kehidupan di sebuah pulau atau perang dunia II.
Dalam theme cycle, siswa bekerja sama dengan guru untuk merencanakan tema apa yang akan dibicarakan dengan cara memberikan pertanyaan atau saran. Mereka juga mengidentifikasi cara yang akan digunakan untuk menyelidiki topic tersebut dan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Selama waktu itu siswa menggunakan mendengar, berbicara dan menulis sebagaimana yang telah mereka pelajari. Dan mereka membagi apa yang mereka pelajari melalui buku yang mereka tulis, mempresentasikannya, dan menampilkan apa yang telah mereka ciptakan.
Gamberg dan teman-temannya (1988) menggambarkan theme study sebagai pusat/inti dari apa yang dikerjakan siswa disekolah (hal.10). Pada SD mereka di Halifax, Nova Scotia, siswa ikut serta dalam sebuah tema dalam skala besar, dikhususkan dalam satu rumah. Siswa dari kelas yang lain membicarakan tema yang berbeda, tapi semua difokuskan dalam satu rumah. Kelas pertengahan menyelidiki tentang bagaimana perubahan bentuk-bentuk rumah berdasarkan sejarahnya, kelas atas mempelajari tentang bagaimana membangun rumah.
Theme study berhasil untuk semua siswa, karena siswa dilibatkan dalam menentukan tema, sehingga mereka bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, bekerja sama dengan teman sekelasnya dalam menyelesaikannya, mereka disiplin terhadap diri mereka sendiri karena mereka ingin menjadi bagian dari komunitas siswa yang sedang belajar di kelas tersebut. Satu hal yang paling penting adalah siswa menjadi percaya diri dan optimis karena keberhasilannya dan termotivasi untuk mempelajari dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari.
 Bahasa adalah alat belajar yang fullpower, membaca, menulis dan aktifitas berbicara adalah cara yang paling efektif untuk mempelajari banyak hal. Ketika siswa menggunakan bahasa dengan baik dalam themecycles berarti mereka mempelajari informasi dengan baik dan menambah kemampuan berbahasa mereka. Melalui mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis, siswa mengembangkan pengetahuan mereka sendiri tentang subyek yang dibicarakan. Thais (1986) mengidentifikasi 3 keuntungan yang diperoleh siswa dari belajar melalui kurikulum :
1. siswa mengerti dan mengingat dengan lebih baik ketika mereka menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis untuk menggali apa yang sedang mereka  pelajari.
2. ada penguatan bagi siswa dalam belajar bahasa ketika mereka menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis tentang apa yang mereka pelajari.
3. siswa belajar dengan sangat baik melalui active involvement colaborative Project dan interaksi dengan teman-teman sekelas, guru dan juga dunia.
BELAJAR MELALUI BAHASA
Halliday (1980) menggambarkan tiga Komponen dalam kurikulum bahasa : belajar bahasa, belajar melalui bahasa dan belajar tentang bahasa. Komponen pertama, belajar bahasa mungkin bisa disamakan dengan tanggung jawab yang paling penting bagi guru bahasa. khususnya siswa betul-betul perlu mengembangkan kemampuan komunikasinya dalam mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Komponen ke tiga, belajar tentang bahasa maksudnya adalah “mempelajari bahasa secara alami dan fungís dari bahasa itu sendiri” (Halliday,1980,p.6). Siswa mengembangkan pengetahuannya tentang bahasa dan bentuk-bentuk bahasa dan tujuan ketika mereka menggunakan ke 4 macam kemampuan berbahasa tersebut. Dan melalui kosa kata, pengucapan, dan petunjuk tata bahasa, pengetahuan mereka semakin luas. Tapi pembelajaran bahasa tidak bisa di pisah-pisahkan, dan komponen ke dua juga sangat penting.
Belajar melalui bahasa bisa digambarkan sebagai “ bagaimana kita menggunakan bahasa untuk membangun sebuah gambar tentang dunia tempat kita tinggal” (Halliday, 1980,p.13). Itu termasuk menggunakan bahasa dalam lingkungan khusus seperti yang ada dalam kurikulum. Siswa belajar materi khusus dengan menggunakan bahasa selama  proses pembelajaran, menerapkannya. Aktivitas berbahasa terjadi ketika kita mendiskusikan sebuah text yang telah ditentukan literaturnya berdasarkan kurikulum. Selanjutnya belajar tentang mendengarkan akan membuat siswa lebih efektif dalam mempelajari matemática atau ilmu pengetauan alam. Sama halnya ketika mereka membaca dan menulis untuk pelajaran yang ada.
BELAJAR SCIENCE MELALUI BAHASA
Dalam belajar tentang science, siswa berpartisipasi dalam variasi yang sangat luas dalam akitivitas berbahasa (Hansen,Newkirk,dan Graves, 1985). Mereka mendengarkan informasi dari film dan videotapes, informasi di berikan oleh guru, dan informasi melalui membaca dengan keras. Mereka menggunakan strategi menulis yang tidak resmi untuk membuat catatan kecil dan mengumpulkan informasi . Mengelompokkan, membuat catatan kecil, mempelajari perbagian-bagian dan susunan laporan ádalah  empat bentuk laporan yang harus mereka buat. Siswa membaca buku bergambar, buku-buku informasi, buku-buku referensi, artikel-artikel majalah sebagai bagian dari proyek penelitian, dan mereka berbagi akan apa yang mereka dapat melalui laporan secara langsung, debat, laporan tertulis “semua tentang…………” buku, poster, kartu dan diagram. Interview bisa digunakan dalam science, siswa bisa menginterview seorang ilmuwan atau ahli yang lainnya selanjutnya berbagi tentang apa yang mereka peroleh/pelajari dengan menulis artikel di koran atau bentuk laporan yang lainnya.
Dalam theme cycle tentang tanaman, contohnya siswa bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis aktivitas mendengarkan terdiri dari :
Mendengarkan  guru membaca puisi tentang tanaman.
Mendengarkan  guru membaca buku yang berisi tentang tanaman.
Mendengarkan film, videotapes tentang tanaman.
Mendengarkan ahli botani atau tukang kebun berbicara tentang tanaman.
Aktivitas berbicara meliputi :
Berpartisipasi dalam diskusi tentang tanaman.
Berbicara tentang experimen mengenai tanaman yang telah dia lakukan.
Bertanya kepada ahli botani tentang tanaman.
Memberikan laporan secara langsung tentang tanaman.
Menceritakan ulang cerita tentang tanaman, misalnya tentang “The living tree” (Silverstein 1964)
Aktivitas membaca meliputi :
Membaca buku tentang tanaman.
Membaca dengan cepat petunjuk tentang tanaman.
Membaca peta yang menunjukkan tempat tanaman berbeda-beda di tanam.
Membaca puisi tentang tanaman.
Membaca di depan kelas buku-buku tentang tanaman.
Berbagi catatan /note tentang tanaman.
Aktivitas menulis meliputi :
Membuat pengelompokan tentang tanaman, bunga, pot, atau beberapa topik lain.
Menulis dengan cepat tentang tanaman.
Membuat poster untuk membandingkan  dua jenis tanaman.
Menulis surat kepada ahli botani sebagai permohonan untuk interview.
Mencatat pertubuhan benih.
Membuat poster tentang ekologi tanaman.
Menulis sebuah buku ‘ Semua tentang…………. ‘
Menulis buku ABC tentang tanaman.
Meneliti dan menulis laporan tentang tanaman.
Menulis puisi tentang tanaman.
Figur 14-1 menunjukkan tentang dua contoh tulisan mengenai tanaman.Satucontohmengenai laporan lab tentang penelitian science; yang lainnya adalah pengelompokan tentang tanaman. Itu tidak menutup kemungkinan untuk membuat daftar tentang mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis yang berhubungan dengan theme cycle mengenai tanaman, tapi contoh-contoh tersebut memberikan saran bahwa kita harus mengurutkan aktivitas guru yang sesuai dengan petunjuk perencanaan. Hal yang paling penting, kita memahami bahwa bentuk berbahasa juga berperan ketika siswa belajar tentang tanaman.
BELAJAR ILMU SOSIAL MELALUI BAHASA
Seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu social juga berhubungan dengan aktivitas berbahasa. Untuk belajar sejarah, geograpi, politik, atau ilmu social yang lainnya, siswa membaca buku bergambar, buku-buku informasi, buku-buku referensi, majalah dan koran. Mereka berbicara dan menulis secara non formal tentang pembelajaran, dan mereka membuat laboran, puisi, cerita dan aktivitas yang lainnya. Siswa kelas atas yang mempelajari Revolusi Amerika, contohnya, memungkinkan untuk menggunakan bahasa social mereka dalam aktivitas belajar. Untuk aktivitas mendengarkan :
Mendengarkan guru membacakan buku tentang Revolusi Amerika.
Mendengarkan lagu pada masa itu.
Memperhatikan dan mendengarkan film.
Mendengarkan teman-teman sekelas berbagi tentang tuliasan mereka.
Figur 14-1 Dua aktivitas menulis dari tingkat empat tentang tanaman.
Experimen saya tentang tanaman
     
Pertanyaan saya
Akankah tanaman tumbuh tanpa cahaya ?
Predisi saya
Tidak ada tanaman yang bisa tumbuh tanpa cahaya, karena jika tanaman tidak mendapat cahaya maka air tidak akan menguap dan mereka tidak akan bisa hidup karena terlalu banyak air di atas tanaman.
Catatan pelaksanaan experimen saya
April tanggal 9
Saya menanam benih secara berderet dan menyiramnya setelah itu. Warna benih saya itu coklat, ukurannya setengah dan tidak panjang. Texturnya sangat halus. Bentuknya oval,itu adalah benih kacang.
April tanggal 11
Benih saya tanpa cahaya selama 2 hari tidak ada perubahan
April tanggal 14
Tanaman saya telah tumbuh beberapa inci tanpa cahaya. Itu mengejutkan buat saya.
April tanggal 15
Tanaman saya sudah tumbuh 4 inch berdasarkan apa yang yang saya lihat.
April tanggal 21
Tanaman saya tumbuh 5 inch lebih panjang, sekarang tingginya 12 inch
April tanggal 22
Tanaman saya  terus, saya menanam yang lainnya tanpa saya siram.
April tanggal 23
Tanaman saya tumbuh satu inch lebih tinggi.yang lainnya juga tumbuh meskipun tanpa air.
April tanggal 24
Tanaman saya sekarangtingginya 15 inch, tanaman yang tidak saya siram setinggi 4 inch.
April  tanggal 29
Tanaman saya mati setelah mereka tumbuh maksimal.
Mei tanggal 1
Tanaman saya mati dan menimbulkan bau.
Mei tanggal 2
Tanaman saya telah benar-benar mati dan menimbulkan kesulitan.
Mei tanggal 6
Tanaman saya mati sejak beberapa waktu lalu, saya telah merawat mereka dengan baik.
Mei tanggal 7
Tanaman saya telah mati  dan kami akan membicarakannya pada hari senin.
Mei tanggal 8
Tanaman saya telah mati dan tidak ada lagi saat-saat yang menyenangkan.
Kesimpulan saya
Sekarang saya tahu bahwa tanaman tumbuh menjadi tinggi karena mereka mencari sinar matahari. Mereka mati karena mereka tidak mendapat sinar matahari. 
Siswa bisa berpartisipasi  dalam aktivitas pembicaraan :
Mendiskusikan informasi tentang Revolusi Amerika
Mendramatisasi kejadian tersebut dari setiap periode
Memberikan laporan secara langsung
Berdebat membicarakan tentang kepahlawanan.
Menemui salah seorang yang pernah terlibat dalam kejadian tersebut dan mencoba menginterview.
Mereka bisa membaca dari beberapa kemungkinan :
Buku biograpi  dari seorang revolusioner seperti  Why Don’t you Get a Horse, Sam Adam? (1974)
Buku-buku yang memberikan informasi tentang revolusi
Bab khusus dalam buku tentang Revolusionary War Days.
Puisi  seperti “ Paul Revere’s Ride”
Peta, cartu, dan diagram tentang Perang Revolusi
Cerita dikelas, laporan dan tulisan-tulisan lainnya.
Aktivitas menulis bisa termasuk :
Berpegang pada buku harian seperti Paul Revere, Betsy Ross, atau yang lainnya yang berhubungan dengan masa itu.
Membuat jadwal dan catatan khusus.
Membuat daftar catatan tentang apa yang mereka ketahui tentang Revolusi Amerika dan apa yang ingin mereka pelajari dan akhirnya apa yang telah mereka pelajari
Tulis puisi tentang Revolusi Amerika
Meneliti dan menulis  laporan tentang kehidupan pada tahun 1700 an.
Tulis tentang hal-hal yang berhubungan dengan Revolusi di surat kabar .
Tulis tentang biograpy pahlawan Revolusi Amerika.
BELAJAR LITERATUR MELALUI BAHASA
Literatur yang terfokus mencari dari satu buku , satu penulis, buku-buku yang dikoleksi oleh satu penulis, temanya, bisa dikerjakan dengan satu cara. Siswa tidak hanya membaca dan mendiskusikan  buku tersebut, siswa bisa berpartisipasi dalam berbagai cara dengan membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan (Hancock dan Hill,1987;Moss, 1984; Somers dan Worthington, 1979). Aktivitas mendengarkan meliputi :
Mendengarkan guru membaca buku Van Allsburg
Mendengarkan tentang buku yang lanilla di pusat mendengar.
Mendengar dari videotape tentang jumanji (1981) dan membandingkannya dengan buku
Mendengarkan diskusi di kelas tentang buku tersebut
Mendengarkan diskusi hasil tulisan teman-teman di kelas.
Aktivitas berbicara meliputi
Mendiskusikan buku.
Meceritakan kembali buku yang sudah di baca
Mendramatisasi salah satu cerita dalam buku
Aktivitas Membaca meliputi :
Membaca buku
Membaca jumanji 
Membaca sumber-sumber yang lain
Berbagi dengan tulisan siswa yang lain
Aktivitas menulis meliputi :
Membuat daftar buku yang akan dibaca.
Mengelompokkan poin-poin penting dari buku
Menulis surat untuk Van Allsburg.
Menulis buku ABC 
Membuat poster, kartu tentang buku tersebut.
Mendengarkan, berbicara,membaca dan aktivitas menulis menggambarkan bahwa literature bisa dipelajari melalui bahasa.
MEMPELAJARI HAL-HAL LAIN MELALUI BAHASA
Mendengar,berbicara, membaca dan menulis bisa dihubungkan dengan pelajaran matemátika dan pelajaran yang lainya. Dua aktivitas menulis  yang di gunakan dalam pelajaran matemática di kelas, contohnya membuat daftar poin-poin yang akan  pelajari dan menulis tentang kesulitan-kesulitannya. Siswa bisa menuliskan daftar kejadian yang telah dia lakukan di dalam kelas selama lima menit terakhir selama proses belajar (Salem, 1982; Schubert, 1987). Mereka bisa menulis apa yang telah dipelajari selama pelajaran dikelas, menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah, menulis definisi dari istilah-istilah matemática, dan menggambarkan penjelasan tentang hal yang membingungkan mereka.
THEME CYCLES  
Theme cycles sama dengan unit tematic dalam beberapa cara. Seperti tematic unit, tematic cycles  di bangun diantara para siswa dan tentang topic social, siswa dilibatkan dalam berbagai macam aktivitas dalam rangka memfasilitasi proses pembelajaran ditingkat yang lebih tinggi dan cara berfikir yang kritis. Apa yang membuat theme cycles berbeda adalah bahwa pelajar dilibatkan dalam merencanakan dan negidentifikasi beberapa kegiatan. Siswa dilibatkan secara autentik dan penuh arti dalam proses pembelajaran, tidak hanya membaca bab-bab dalam buku pelajaran dan harus menjawab pertanyaan pada akhir bab. Membaca buku bisa saja digunakan sebagai sumber, tapi hanya satu cara dari banyak cara yang lainnya. Siswa menggali topic yang menarik buat mereka  dan menyelidiki jawaban atas pertanyaan yang mereka tentukan dan menarik untuk dibahas. Siswa berbagi apa yang dia telah pelajari diakhir waktu theme cycles dan juga menceritakan langkah-langkah pembelajaran yang telah mereka tempuh di dalam kelas.
Sesungguhnya theme cycles dirancang untuk pengembangan kurikulum pembelajaran.
MERENCANAKAN THEME CYCLES
Untuk memulai merencanakan theme cycles, guru membuat rencana tentang materi untuk theme cycles dan memikirkan kemungkinan kegiatan yang akan dilakukan selama theme cycles. Figur 14-5 menggambarkan 12 kemungkinan hasil dari pengembangan sebuah theme cycle, meskipun itu dipusatkan pada studi sosial ( contohnya, perdagangan emas di California, Revolusi Amerika), Ilmu pengetahuan (musim, mesin, cuaca), kesehatan ( bagian dari tubuh, obat, gizi), geography (benua, sungai Mississipi), literature (cerita misteri, cerita bohong, cerita purbakala, cerita hantu), atau untuk pengarang (Beverly Cleary, Tomie de Paola, Katharine Paterson). Setelah inisial perencanaan ini, guru menemui siswa untuk membicarakan   tentang tema yang akan dibicarakan dan cara yang mungkin di gunakan untuk pengembangannya.

Selasa, 01 November 2011


BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Tentang Bahasa Tulis 
Pengenalan anak-anak untuk bahasa tertulis dimulai sebelum mereka datang ke sekolah. Orang tua dan pemberi perawatan lain membaca kepada anak-anak, dan anak-anak mengamati orang dewasa membaca. Mereka belajar membaca tanda-tanda dan mencetak lingkungan lainnya dalam masyarakat mereka. Anak-anak bereksperimen dengan menulis dan memiliki orang tua menulis untuk mereka. Mereka juga mengamati tulisan orang dewasa. Ketika anak-anak  datang ke TK, pengetahuan mereka tentang bahasa tulis berkembang dengan cepat ketika mereka berpartisipasi dalam pengalaman bermakna, fungsional, dan tulus dengan membaca dan menulis. 
Siswa juga tumbuh dalam kemampuan mereka untuk berdiri kembali dan bercermin pada bahasa. Kemampuan untuk berbicara tentang konsep-konsep bahasa disebut metalinguistics (Yaden dan Templeton, 1986), dan kemampuan anak untuk berpikir metalinguistically dikembangkan oleh pengalaman mereka dengan membaca dan menulis (Templeton dan Spivey 1980). 
1. Konsep Tentang Fungsi Bahasa