Rabu, 02 November 2011

Para siswa menggunakan mendengar, membaca dan menulis selama pelajaran di sekolah berdasarkan kurikulum. Bahasa adalah alat belajar, apapun yang dipelajari baik itu ilmu sosial, ilmu pengetauan alam, matematika dan pelajaran lainnya yang termuat dalam kurikulum, semuanya menggunakan bahasa.
Theme cycles adalah cara baru dalam pengembangan kurikulum, yang mana siswa menggunakan bahasa untuk proses belajar (Alwenger dan Flores, 1994). Topik-topik pelajaran sosial dan ilmu pengetahuan alam sering kali digabung dalam theme cycle. Contohnya siswa mungkin mempelajari bagaimana manusia dan hewan berkomunikasi, kehidupan di sebuah pulau atau perang dunia II.
Dalam theme cycle, siswa bekerja sama dengan guru untuk merencanakan tema apa yang akan dibicarakan dengan cara memberikan pertanyaan atau saran. Mereka juga mengidentifikasi cara yang akan digunakan untuk menyelidiki topic tersebut dan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Selama waktu itu siswa menggunakan mendengar, berbicara dan menulis sebagaimana yang telah mereka pelajari. Dan mereka membagi apa yang mereka pelajari melalui buku yang mereka tulis, mempresentasikannya, dan menampilkan apa yang telah mereka ciptakan.
Gamberg dan teman-temannya (1988) menggambarkan theme study sebagai pusat/inti dari apa yang dikerjakan siswa disekolah (hal.10). Pada SD mereka di Halifax, Nova Scotia, siswa ikut serta dalam sebuah tema dalam skala besar, dikhususkan dalam satu rumah. Siswa dari kelas yang lain membicarakan tema yang berbeda, tapi semua difokuskan dalam satu rumah. Kelas pertengahan menyelidiki tentang bagaimana perubahan bentuk-bentuk rumah berdasarkan sejarahnya, kelas atas mempelajari tentang bagaimana membangun rumah.
Theme study berhasil untuk semua siswa, karena siswa dilibatkan dalam menentukan tema, sehingga mereka bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, bekerja sama dengan teman sekelasnya dalam menyelesaikannya, mereka disiplin terhadap diri mereka sendiri karena mereka ingin menjadi bagian dari komunitas siswa yang sedang belajar di kelas tersebut. Satu hal yang paling penting adalah siswa menjadi percaya diri dan optimis karena keberhasilannya dan termotivasi untuk mempelajari dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari.
 Bahasa adalah alat belajar yang fullpower, membaca, menulis dan aktifitas berbicara adalah cara yang paling efektif untuk mempelajari banyak hal. Ketika siswa menggunakan bahasa dengan baik dalam themecycles berarti mereka mempelajari informasi dengan baik dan menambah kemampuan berbahasa mereka. Melalui mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis, siswa mengembangkan pengetahuan mereka sendiri tentang subyek yang dibicarakan. Thais (1986) mengidentifikasi 3 keuntungan yang diperoleh siswa dari belajar melalui kurikulum :
1. siswa mengerti dan mengingat dengan lebih baik ketika mereka menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis untuk menggali apa yang sedang mereka  pelajari.
2. ada penguatan bagi siswa dalam belajar bahasa ketika mereka menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis tentang apa yang mereka pelajari.
3. siswa belajar dengan sangat baik melalui active involvement colaborative Project dan interaksi dengan teman-teman sekelas, guru dan juga dunia.
BELAJAR MELALUI BAHASA
Halliday (1980) menggambarkan tiga Komponen dalam kurikulum bahasa : belajar bahasa, belajar melalui bahasa dan belajar tentang bahasa. Komponen pertama, belajar bahasa mungkin bisa disamakan dengan tanggung jawab yang paling penting bagi guru bahasa. khususnya siswa betul-betul perlu mengembangkan kemampuan komunikasinya dalam mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Komponen ke tiga, belajar tentang bahasa maksudnya adalah “mempelajari bahasa secara alami dan fungís dari bahasa itu sendiri” (Halliday,1980,p.6). Siswa mengembangkan pengetahuannya tentang bahasa dan bentuk-bentuk bahasa dan tujuan ketika mereka menggunakan ke 4 macam kemampuan berbahasa tersebut. Dan melalui kosa kata, pengucapan, dan petunjuk tata bahasa, pengetahuan mereka semakin luas. Tapi pembelajaran bahasa tidak bisa di pisah-pisahkan, dan komponen ke dua juga sangat penting.
Belajar melalui bahasa bisa digambarkan sebagai “ bagaimana kita menggunakan bahasa untuk membangun sebuah gambar tentang dunia tempat kita tinggal” (Halliday, 1980,p.13). Itu termasuk menggunakan bahasa dalam lingkungan khusus seperti yang ada dalam kurikulum. Siswa belajar materi khusus dengan menggunakan bahasa selama  proses pembelajaran, menerapkannya. Aktivitas berbahasa terjadi ketika kita mendiskusikan sebuah text yang telah ditentukan literaturnya berdasarkan kurikulum. Selanjutnya belajar tentang mendengarkan akan membuat siswa lebih efektif dalam mempelajari matemática atau ilmu pengetauan alam. Sama halnya ketika mereka membaca dan menulis untuk pelajaran yang ada.
BELAJAR SCIENCE MELALUI BAHASA
Dalam belajar tentang science, siswa berpartisipasi dalam variasi yang sangat luas dalam akitivitas berbahasa (Hansen,Newkirk,dan Graves, 1985). Mereka mendengarkan informasi dari film dan videotapes, informasi di berikan oleh guru, dan informasi melalui membaca dengan keras. Mereka menggunakan strategi menulis yang tidak resmi untuk membuat catatan kecil dan mengumpulkan informasi . Mengelompokkan, membuat catatan kecil, mempelajari perbagian-bagian dan susunan laporan ádalah  empat bentuk laporan yang harus mereka buat. Siswa membaca buku bergambar, buku-buku informasi, buku-buku referensi, artikel-artikel majalah sebagai bagian dari proyek penelitian, dan mereka berbagi akan apa yang mereka dapat melalui laporan secara langsung, debat, laporan tertulis “semua tentang…………” buku, poster, kartu dan diagram. Interview bisa digunakan dalam science, siswa bisa menginterview seorang ilmuwan atau ahli yang lainnya selanjutnya berbagi tentang apa yang mereka peroleh/pelajari dengan menulis artikel di koran atau bentuk laporan yang lainnya.
Dalam theme cycle tentang tanaman, contohnya siswa bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis aktivitas mendengarkan terdiri dari :
Mendengarkan  guru membaca puisi tentang tanaman.
Mendengarkan  guru membaca buku yang berisi tentang tanaman.
Mendengarkan film, videotapes tentang tanaman.
Mendengarkan ahli botani atau tukang kebun berbicara tentang tanaman.
Aktivitas berbicara meliputi :
Berpartisipasi dalam diskusi tentang tanaman.
Berbicara tentang experimen mengenai tanaman yang telah dia lakukan.
Bertanya kepada ahli botani tentang tanaman.
Memberikan laporan secara langsung tentang tanaman.
Menceritakan ulang cerita tentang tanaman, misalnya tentang “The living tree” (Silverstein 1964)
Aktivitas membaca meliputi :
Membaca buku tentang tanaman.
Membaca dengan cepat petunjuk tentang tanaman.
Membaca peta yang menunjukkan tempat tanaman berbeda-beda di tanam.
Membaca puisi tentang tanaman.
Membaca di depan kelas buku-buku tentang tanaman.
Berbagi catatan /note tentang tanaman.
Aktivitas menulis meliputi :
Membuat pengelompokan tentang tanaman, bunga, pot, atau beberapa topik lain.
Menulis dengan cepat tentang tanaman.
Membuat poster untuk membandingkan  dua jenis tanaman.
Menulis surat kepada ahli botani sebagai permohonan untuk interview.
Mencatat pertubuhan benih.
Membuat poster tentang ekologi tanaman.
Menulis sebuah buku ‘ Semua tentang…………. ‘
Menulis buku ABC tentang tanaman.
Meneliti dan menulis laporan tentang tanaman.
Menulis puisi tentang tanaman.
Figur 14-1 menunjukkan tentang dua contoh tulisan mengenai tanaman.Satucontohmengenai laporan lab tentang penelitian science; yang lainnya adalah pengelompokan tentang tanaman. Itu tidak menutup kemungkinan untuk membuat daftar tentang mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis yang berhubungan dengan theme cycle mengenai tanaman, tapi contoh-contoh tersebut memberikan saran bahwa kita harus mengurutkan aktivitas guru yang sesuai dengan petunjuk perencanaan. Hal yang paling penting, kita memahami bahwa bentuk berbahasa juga berperan ketika siswa belajar tentang tanaman.
BELAJAR ILMU SOSIAL MELALUI BAHASA
Seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu social juga berhubungan dengan aktivitas berbahasa. Untuk belajar sejarah, geograpi, politik, atau ilmu social yang lainnya, siswa membaca buku bergambar, buku-buku informasi, buku-buku referensi, majalah dan koran. Mereka berbicara dan menulis secara non formal tentang pembelajaran, dan mereka membuat laboran, puisi, cerita dan aktivitas yang lainnya. Siswa kelas atas yang mempelajari Revolusi Amerika, contohnya, memungkinkan untuk menggunakan bahasa social mereka dalam aktivitas belajar. Untuk aktivitas mendengarkan :
Mendengarkan guru membacakan buku tentang Revolusi Amerika.
Mendengarkan lagu pada masa itu.
Memperhatikan dan mendengarkan film.
Mendengarkan teman-teman sekelas berbagi tentang tuliasan mereka.
Figur 14-1 Dua aktivitas menulis dari tingkat empat tentang tanaman.
Experimen saya tentang tanaman
     
Pertanyaan saya
Akankah tanaman tumbuh tanpa cahaya ?
Predisi saya
Tidak ada tanaman yang bisa tumbuh tanpa cahaya, karena jika tanaman tidak mendapat cahaya maka air tidak akan menguap dan mereka tidak akan bisa hidup karena terlalu banyak air di atas tanaman.
Catatan pelaksanaan experimen saya
April tanggal 9
Saya menanam benih secara berderet dan menyiramnya setelah itu. Warna benih saya itu coklat, ukurannya setengah dan tidak panjang. Texturnya sangat halus. Bentuknya oval,itu adalah benih kacang.
April tanggal 11
Benih saya tanpa cahaya selama 2 hari tidak ada perubahan
April tanggal 14
Tanaman saya telah tumbuh beberapa inci tanpa cahaya. Itu mengejutkan buat saya.
April tanggal 15
Tanaman saya sudah tumbuh 4 inch berdasarkan apa yang yang saya lihat.
April tanggal 21
Tanaman saya tumbuh 5 inch lebih panjang, sekarang tingginya 12 inch
April tanggal 22
Tanaman saya  terus, saya menanam yang lainnya tanpa saya siram.
April tanggal 23
Tanaman saya tumbuh satu inch lebih tinggi.yang lainnya juga tumbuh meskipun tanpa air.
April tanggal 24
Tanaman saya sekarangtingginya 15 inch, tanaman yang tidak saya siram setinggi 4 inch.
April  tanggal 29
Tanaman saya mati setelah mereka tumbuh maksimal.
Mei tanggal 1
Tanaman saya mati dan menimbulkan bau.
Mei tanggal 2
Tanaman saya telah benar-benar mati dan menimbulkan kesulitan.
Mei tanggal 6
Tanaman saya mati sejak beberapa waktu lalu, saya telah merawat mereka dengan baik.
Mei tanggal 7
Tanaman saya telah mati  dan kami akan membicarakannya pada hari senin.
Mei tanggal 8
Tanaman saya telah mati dan tidak ada lagi saat-saat yang menyenangkan.
Kesimpulan saya
Sekarang saya tahu bahwa tanaman tumbuh menjadi tinggi karena mereka mencari sinar matahari. Mereka mati karena mereka tidak mendapat sinar matahari. 
Siswa bisa berpartisipasi  dalam aktivitas pembicaraan :
Mendiskusikan informasi tentang Revolusi Amerika
Mendramatisasi kejadian tersebut dari setiap periode
Memberikan laporan secara langsung
Berdebat membicarakan tentang kepahlawanan.
Menemui salah seorang yang pernah terlibat dalam kejadian tersebut dan mencoba menginterview.
Mereka bisa membaca dari beberapa kemungkinan :
Buku biograpi  dari seorang revolusioner seperti  Why Don’t you Get a Horse, Sam Adam? (1974)
Buku-buku yang memberikan informasi tentang revolusi
Bab khusus dalam buku tentang Revolusionary War Days.
Puisi  seperti “ Paul Revere’s Ride”
Peta, cartu, dan diagram tentang Perang Revolusi
Cerita dikelas, laporan dan tulisan-tulisan lainnya.
Aktivitas menulis bisa termasuk :
Berpegang pada buku harian seperti Paul Revere, Betsy Ross, atau yang lainnya yang berhubungan dengan masa itu.
Membuat jadwal dan catatan khusus.
Membuat daftar catatan tentang apa yang mereka ketahui tentang Revolusi Amerika dan apa yang ingin mereka pelajari dan akhirnya apa yang telah mereka pelajari
Tulis puisi tentang Revolusi Amerika
Meneliti dan menulis  laporan tentang kehidupan pada tahun 1700 an.
Tulis tentang hal-hal yang berhubungan dengan Revolusi di surat kabar .
Tulis tentang biograpy pahlawan Revolusi Amerika.
BELAJAR LITERATUR MELALUI BAHASA
Literatur yang terfokus mencari dari satu buku , satu penulis, buku-buku yang dikoleksi oleh satu penulis, temanya, bisa dikerjakan dengan satu cara. Siswa tidak hanya membaca dan mendiskusikan  buku tersebut, siswa bisa berpartisipasi dalam berbagai cara dengan membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan (Hancock dan Hill,1987;Moss, 1984; Somers dan Worthington, 1979). Aktivitas mendengarkan meliputi :
Mendengarkan guru membaca buku Van Allsburg
Mendengarkan tentang buku yang lanilla di pusat mendengar.
Mendengar dari videotape tentang jumanji (1981) dan membandingkannya dengan buku
Mendengarkan diskusi di kelas tentang buku tersebut
Mendengarkan diskusi hasil tulisan teman-teman di kelas.
Aktivitas berbicara meliputi
Mendiskusikan buku.
Meceritakan kembali buku yang sudah di baca
Mendramatisasi salah satu cerita dalam buku
Aktivitas Membaca meliputi :
Membaca buku
Membaca jumanji 
Membaca sumber-sumber yang lain
Berbagi dengan tulisan siswa yang lain
Aktivitas menulis meliputi :
Membuat daftar buku yang akan dibaca.
Mengelompokkan poin-poin penting dari buku
Menulis surat untuk Van Allsburg.
Menulis buku ABC 
Membuat poster, kartu tentang buku tersebut.
Mendengarkan, berbicara,membaca dan aktivitas menulis menggambarkan bahwa literature bisa dipelajari melalui bahasa.
MEMPELAJARI HAL-HAL LAIN MELALUI BAHASA
Mendengar,berbicara, membaca dan menulis bisa dihubungkan dengan pelajaran matemátika dan pelajaran yang lainya. Dua aktivitas menulis  yang di gunakan dalam pelajaran matemática di kelas, contohnya membuat daftar poin-poin yang akan  pelajari dan menulis tentang kesulitan-kesulitannya. Siswa bisa menuliskan daftar kejadian yang telah dia lakukan di dalam kelas selama lima menit terakhir selama proses belajar (Salem, 1982; Schubert, 1987). Mereka bisa menulis apa yang telah dipelajari selama pelajaran dikelas, menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah, menulis definisi dari istilah-istilah matemática, dan menggambarkan penjelasan tentang hal yang membingungkan mereka.
THEME CYCLES  
Theme cycles sama dengan unit tematic dalam beberapa cara. Seperti tematic unit, tematic cycles  di bangun diantara para siswa dan tentang topic social, siswa dilibatkan dalam berbagai macam aktivitas dalam rangka memfasilitasi proses pembelajaran ditingkat yang lebih tinggi dan cara berfikir yang kritis. Apa yang membuat theme cycles berbeda adalah bahwa pelajar dilibatkan dalam merencanakan dan negidentifikasi beberapa kegiatan. Siswa dilibatkan secara autentik dan penuh arti dalam proses pembelajaran, tidak hanya membaca bab-bab dalam buku pelajaran dan harus menjawab pertanyaan pada akhir bab. Membaca buku bisa saja digunakan sebagai sumber, tapi hanya satu cara dari banyak cara yang lainnya. Siswa menggali topic yang menarik buat mereka  dan menyelidiki jawaban atas pertanyaan yang mereka tentukan dan menarik untuk dibahas. Siswa berbagi apa yang dia telah pelajari diakhir waktu theme cycles dan juga menceritakan langkah-langkah pembelajaran yang telah mereka tempuh di dalam kelas.
Sesungguhnya theme cycles dirancang untuk pengembangan kurikulum pembelajaran.
MERENCANAKAN THEME CYCLES
Untuk memulai merencanakan theme cycles, guru membuat rencana tentang materi untuk theme cycles dan memikirkan kemungkinan kegiatan yang akan dilakukan selama theme cycles. Figur 14-5 menggambarkan 12 kemungkinan hasil dari pengembangan sebuah theme cycle, meskipun itu dipusatkan pada studi sosial ( contohnya, perdagangan emas di California, Revolusi Amerika), Ilmu pengetahuan (musim, mesin, cuaca), kesehatan ( bagian dari tubuh, obat, gizi), geography (benua, sungai Mississipi), literature (cerita misteri, cerita bohong, cerita purbakala, cerita hantu), atau untuk pengarang (Beverly Cleary, Tomie de Paola, Katharine Paterson). Setelah inisial perencanaan ini, guru menemui siswa untuk membicarakan   tentang tema yang akan dibicarakan dan cara yang mungkin di gunakan untuk pengembangannya.

Content Area Information. Guru mempertimbangkan apa yang ingin dipelajari oleh siswa  dan apa ingin dipelajari selama tema itu. Selanjutnya mereka mengembangkan tujuan dan obyeknya. Mereka juga berfikir tentang bagaimana siswa akan menggali informasi, menggunakan membaca,  menulis, berbicara dan materi audiovisual. Untuk literatur yang khusus dan study pengarang/penulis, informasi tentang buku, penulis dan ilustrator.
Figur 14- 5 Kemungkinan yang dihasilkan dari pengembangan theme cycle
Cerita.Guru dan siswa mengambil buku bergambar dan bab-bab tertentu yang berhubungan dengan tema. Beberapa cerita akan dibacakan secara keras di depan kelas, beberapa dibaca masing-masing, dan yang lanilla akan menjadi penunjuk dalam pembacaan cerita. Mencari topik di perpustakaan melalui kartu katalog akan cukup membantu dalam mengumpulkan gambar dan bab-bab tertentu dari buku dengan pengarang yang sama. Berbagi cerita bisa melalui banyak cara, diantaranya :
Di bacakan dengan keras kepada siswa.
Siswa di suruh untuk membaca sendiri-sendiri
Dengan bantuan penunjuk pembacaan cerita.
Dengan menggunakan elemen-elemen pengajaran dalam tata bahasa cerita
Dengan menggunakan model-model rumus dari penulisan cerita.
Text tersebut akan ditempatkan di tempat khusus di perpustakaan kelas.
Listening Center. Guru memilih tape recorder untuk menemaninya dalam bercerita atau dengan buku-buku, atau mereka menciptakan sendiri rekaman sehingga siswa yang absen  bisa mengulangnya dalam membaca buku dari hari ke hari
Informational Books, Magazines and Reference Books.Guru dan siswa mengumpulkan buku-buku yang berisi informasi yang diperlukan, majalah, artikel koran dan buku-buku referensi dan memasukkan itu semua ke dalam tempat khusus text punya mereka. Mteri-materi tersebut dapat juga digunakan untuk pelajaran kecil untuk mengajar siswa tentang rumus tata bahasa expository text, bagaimana menggunakan index dan daftar isi, seperti contoh pada rumus yang telah digunakan siswa dalam tulisan mereka, dan untuk mendapatkan informasi buat laporan atau topik tulisan yang lainnya.

Poetry.Guru dan siswa meletakkan buku-buku puisi atau puisi-puisi individu yang berhubungan ke dalam tema. Guru membuat beberapa puisi pada sebuah kartu untuk berbagi dengan siswa, atau siswa bisa membuat papan untuk menampilkan buletin yang berisi puisi-puisi mereka. Aktivitas menulis puisi dapat dilihat pada bab 11.
Audiovisual Materials.Guru menggunakan film, videotape, strip film,kartu dan peta, model, poster dan alat yang lainnya selama theme cycle. Materi-materi tersebut bisa ditampilkan di kelas, dan siswa bisa membuat materi yang lain selama tema. Empat hasil yang sempurna  dalam menempatkan materi audiovisual (chalet tape, strip film,film, dan videotape) dari buku anak-anak.
Vocabulary.Guru berfikir tentang kata-kata kunci yang berhubungan dengan tema yang perlu diketahui oleh siswa dalam rangka menggali informasi tentang tema. Mereka juga menggantung kartu tempel di kelas dan mengundang siswa yang lain untuk menambahkan kata-kata baru yang telah mereka pahami. Dan selanjutnya kata-kata tersebut bisa digunakan untuk aktivitas belajar tentang kata yang lainnya.
Talk and Drama.Guru dan siswa mempertimbangkan rencana bagaimana untuk menggunakan talk and drama untuk belajar dan mendemonstran belajar (Erickson, 1988; Nelson, 1988; San Jose, 1988). Aktivitas yang mungkin dikerjakan antara lain :
Berbagi dalam belajar dengan memberikan laporan secara langsung
Menampilkan seseorang yang ahli di depan kelas.
Berpartisipasi dalam debat yang berhubungan dengan tema.
Membuat aturan permainan sebuah even 
Berpartisipasi dalam teater atau pembacaan puisi
Bercerita atau menceritakan ulang sebuah cerita atau biograpy atau suatu kejadian
Learning Logs.Guru dan siswa merencanakan bagaimana menggunakan penjadwalan   materi. Siswa bisa menggunakan catatan kecil, menulis pertanyaan, membuat observasi, mengklarifikasi apa yang mereka fikirkan, dan menulis reaksi terhadap apa yang mereka pelajari dalam pengelompokan materi tersebut (Tompkins, 1994). Mereka juga membuat  catatan cepat dan membuat pengelompokan untuk menggali apa yang mereka pelajari. Guru memerintahkan siswa untuk membuat pengelompokan materi, mensimulasikan journal, atau membacakan pengelompokan tersebut selama proses theme cycle.
The Writing Process. Guru dan siswa mempertimbangkan  bagaimana menggunakan proses menulis untuk keberhasilan theme cycle. Siswa menggunakan proses menulis  untuk mengembangkan proyek menulis mereka:
 Buku ABC Laporan pribadi
 Iklan Surat  
 Buku “All about….) Cerita fiktif dan legenda
 Biography Puisi
 Kartoons Poster
 Laporan collaborative Script
 Essay Cerita
Textbooks.Theme cycles bisa diajarkan tanpa menggunakan textbook ; kecuali jika informasi yang diperlukan ada pada textbook maka textbook akan diperlukan. Siswa kelas atas, membaca dan mendiskusikan konsep yang disajikan dalam textbook atau menggunakan textbook sebagai referensi.
Projects. Siswa memikirkan tentang project yang mereka bisa kembangkan untuk menunjang pembelajaran yang mereka lakukan selama theme cycle. Mereka bekerja secara sendiri atau dalam kelompok kecil dan mempresentasikan di depan kelas pada saat theme cycle berakhir. Project termasuk mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis, hal tersebut sama baiknya dengan seni, musik, drama, memasak, atau aktivitas yang lainnya. Contoh catatan guru bias dilihat pada Teacher’s Note sebagai berikut
Teacher’s Notebook
Projects to Extend Learning in Theme Cycles
Memberikan laporan langsung
Menciptakan sebuah lagu atau nada dengan ketukan
Menciptakan tampilan foto
Menulis dan menampilkan kisah drama/teater
Menulis puisi
Membuat boneka dan menampilkan cerita boneka
Menjelaskan iklan
Membuat peta
Kotak untuk tema
Membuat diorama
Membuat  simulasi perjalanan hidup
Membuat cluster/pengelompokan
Membuat kartu atau poster
Membaca buku dan membuat jadwal membaca
Menulis tentang semuanya atau konsep sebuah buku
Menulis simulasi surat kabar
Menulis simulasi surat
Menulis sebuah essay tentang statu poin
Menulis buku ABC
Menciptakan pencarian kata
Menulis laporan
Menulis kepada suatu organisasi untuk menanyakan informasi
Menulis kepada seorang penulis buku
Membuat jadwal kegiatan
Mendesain sampul buku
Merencanakan dan menyajikan debat
Menciptakan tema
Menciptakan model dengan menggunakan blocas dan materi yang lainnya
Menginterview seseorang yang berpengetahuan tentang tema
Memberikan kostum atas seseorang berdasarkan tema
Menggambar di dinding

Tujuan/hasil dari pengembangan rencana untuk themecycle bagi guru dan siswa adalah bisa selalu menggunakan variasi yang sangat banyak dalam mengintegrasikan mendengar, berbicara, membaca dan menulis melalui isi tema (Pappas, Kiefer dan Levstik, 1990). Kita akan mendiskusikan tiga contoh themecycle untuk anak  sekolah tingkat pertama/ primary-grade student,  tiga untuk petengahan/midle grade student dan tige untuk upper-grade students. Tema-tema itu mengintegrasikan keempat kemampuan berbahasa  dengan literatur, pelajaran sosial, dan science dan mereka berdasarkan pada figur 14-5.
Primary-Grade Theme Cycles. 
Pembagian tema untuk primary-grade themes, dirancang untuk    siswa-siswa di taman kanak-kanak, pada tingkat pertama atau kedua, akan di gambarkan pada figur 14-6. satu tema fokus pada  “The Gingerbread Boy” ( unit yang difokuskan pada literatur ), yang kedua pada mengirim dan menerima surat (tema social studi) dan yang ketiga pada cerita Arnold Lobel’s Frog and Toad (unit penulis buku). Pengelompokan ada delatan tipe atau lebih yang terdiri atas aktivitas dan hasilnya yang dapat dikembangkan pada rencana pelajaran.  
Figure 14-6 Clusters for Three Primary-Grade Theme Cycle
Literatura Focus Unit : “The Gingerbread Boy”. Tokoh ini bisa menjadi basis bagi unit untuk anak-anak usia taman kanak-kanak dan pada first-grade students. Cerita tersebut cocok dari berbagai versi, dapat digunakan untuk mengajar siswa tentang pengulangan dan itu digunakan dalam pengembangan cerita. Cerita yang berbeda mengikuti alur yang umum tapi karakter dari Gingerboy adalah berlari pada masa lalu. Anak-anak bisa mengidentifikasi variasi dari satu cerita dengan cerita yang lain. Untuk sisi pengalaman, siswa bisa mendengarkan cerita melalui listening center. Siswa menikmati ketika mendengarkan kisah cerita yang lainnya seperti You Can’t Catch Me!(Oppenhein, 1986), Johnny-Cake (Jacobs,1967), dan Gingerbread Rabbit (Jarrell,1964) karena kesamaannya dengan cerita “The Gingerbread Boy”. Pengulangan dari cerita-cerita membuat mereka lebih mudah untuk mengingat dan anak-anak menikmati ketika menunjukkan perbedaan dari masing-masing cerita.
Figure 14-6 Continued
Figur 14-6 Continued
Setelah membaca beberapa cerita yang sejenis dengan “The Gingerbread Boy”, siswa dan guru bisa membuat kartu untuk membandingakan perbedaannya seperti yang ditunjukkan dalam pengelompokan. Siswa membandingkan karakter pokok, kejadian, pengulangan dan akhir dari cerita. Pada beberapa cerita tentang gingerbread boy (atau yang berkarakter sama) mereka tidak makan.  
Aktivitas menggali yang lainnya yang masih memungkinkan adalah, siswa bisa menggambar sebuah gambar yang merupakan bagian dari cerita dan menggantungnya ketika mereka menceritakan kembali (Tompkins dan McGee,1989). Siswa juga bisa membuat boneka untuk menceritakan ulang cerita dan mengarang versi cerita yang baru. Mereka bisa membuat kue jahe atau kue kering, buns, kue john, atau kue yang lain dan memeragakan cerita sebelum memakan karakter utama.
Siswa juga bisa menulis respon terhadap cerita. Mereka bisa bekerja bersama-sama untuk membuat buku yang besar, menggambarkan ilustrasi dan membuat catatan text untuk guru yang dicetak kedalam buku. Siswa dapat juga membuat booklet cerita pribadi, dengan menggambar dan mencatat cerita mereka untuk guru atau menulis sendiri
Social Studies Theme: Sending and Receiving Mail Tema ini berhubungan dengan penulisan surat dengan social studies, seperti yang ditunjukkan dalam pengelompokan pada gambar 14-6. Siswa menulis surat untuk teman dan surat bisnis, belajar bagaimana surat dikumpulkan, diseleksi, dan didistribusikan. Siswa menulis surat sahabat kepada sahabat pena mereka  dan penulis anak-anak dan membuat notes tentang teman-teman sekelas yang dikirimkan melalui kantor pos kelas. Siswa juga bisa menulis kepada agen-agen bisnis dan agen pemerintah untuk materi-materi bebas. Simulasi surat adalah kemungkinan yang lainnya. Setelah membaca sebuah cerita,siswa mengangkat alur cerita  dan karákter dan kemudian menulis karakter yang lain dalam cerita tersebut, kemudian mereka menukar suratnya, menukar perannya dan menjawab surat sebagai karakter cerita yang lainnya.
Buku bergambar dan buku-buku informasi tentang huruf, surat dan kantor pos adalah sangat diperlukan untuk primary-grade students; buku yang sama juga ditunjukkan dalam pengelompokan tema. The Jolly Postman or Other People’s Letters (Ahlberg and Ahlberg, 1986)  adalah buku yang sangat baik yang mana Jolly si tukang pos mengantarkan surat dengan karakter dedikasi yang tinggi dan orang yang jujur. Setiap surat atau kartu dibungkus dalam amplop dan dikelompokkan dalam buku. Buku informasi seperti The Post Ofice Book (Gibbons, 1982) menceritakan apa yang terjadi terhadap surat setelah mereka dikirimkan. Aktivitas yang lainnya meliputi membuat jadwal perjalanan ke kantorpos dan menginterview tukang pos, pegawai kantor pos dan pengoleksi perangko.
Author Unit: Arnold Lobel’s Frog and Toad Stories. Primary students menikmati dalam membaca buku Lobel’s (mudah untuk dibaca) Frog dan buku Toad; Frog and Toad Are Friends (1970), Frog and Toad Together (1972), Frog And Toad All Year (1976) dan Days With Frog and Toad (1979). Petunjuk unit ini ditunjukkan dalam figur 14-6, termasuk aktivitas-aktivitas yang mungkin untuk menggabungkan keempat buku tersebut, ditambah aktivitas para penulis. Aktivitas berhubungan dengan cerita didalam setiap buku, contohnya Frog And Toad All Year adalah tentang kegiatan dua ampibi sepanjang tahun. Jadi merupakan masukan yang baik untuk memahami masalah musim, membuat pengelompokan,menulis buku yang besar, membandingkan manusia dan binatang dalam setiap musin,membedakan pakaian yang dipakai dalam setiap musim, dan membaca puisi tentang musim.Aktivitas-aktivitas tersebut bisa dikerjakan ketika mulai membaca buku, setelah beberapa episode dalam cerita, atau yang lainnya setelah membaca.
Aktivitas yang berhubungan dengan literatur termasuk juga membaca cerita yang lainnya tentang Lobel’s , cerita yang lain tentang Frog and Toads, dan memperhatikan film frog and Toad lewat filmstrip dan video serta mendengarkan  cerita dari kaset.
Aktivitas penulis meliputi mempelajari tentang Arnold Lobel  dengan menelaah film tentang dia, menguji materi yang dipublikasikan dan membaca buku lainnya yang telah ditulis.
Aktivitas science memfokuskan pada frog dan toads. Siswa dapat membaca buku-buku informasi , mengambil perjalanan ke daerah tempat tinggal frog dan toads dan menulis semuanya tentang ampibi kedalam sebuah buku.
Middle-Grade Theme Cycles 
Pengelompokan tema untuk tiga midle-grade ada pada figure 14-7. Satu pengelompokan difokuskan pada cerita fiksi. Penulis anak-anak yang ketiga Beverly Clearly. Rencana-rencana tersebut membuat lebih dari 8 atau lebih jenis aktivitas dan hasil pemikiran guru dan murid yang disajikan. 
Literatura Focus Unit : Fables .Fable adalah cerita pendek yang mengajarkan pelajaran, dan beberapa koleksi cerita fable dari Aesop sama baiknya dengan tulisan fable yang kontemporer yang telah ditulis untuk anak-anak. Hal tersebut bisa dilihat pada figur 14-7. Unit ini membahas tentang aktivitas membaca, menulis dan berbicara selama siswa mempelajari tentang bentuk literatur yang tradisional ini. Buku bergambar untuk jenis fable dapat juga digunakan untuk aktivitas membaca, petunjuk membaca, atau aktivitas
 membaca secara independen.Beberapa buku di cetak dari yertas yang murah sehingga siswa bisa membelinya. Setelah  siswa membaca fable, mereka menulis reaksinya dalam membaca jadwal membaca atau membuat pengelompokan mulai dari permulaan, perteng
ahan, dan akhir dari fable. Atau siswa bisa membuat poster dengan pesan moral yang biasa diucapkan. Siswa bisa juga menceritakan ulang fable secara langsung dengan menggunakan boneka tangan atau tulisan.
Figure 14-7 Continued
Siswa bisa membandingkan beberapa versi dari fable. Contohnya, beberapa jenis dari ‘ The Tortoise and Hare’  adalah buku bergambar yang sangat sesuai. Siswa dibagi menjadi  kelompok kecil untuk membaca cerita  dan membandingkannya bagaimana masing-masing penulis memadukan cerita mulai dari awal, pertengahan, sampai akhir dari cerita dengan versi yang berbeda-beda. Siswa juga membandingkan tradisional fable dengan modern fable seperti Lobel dengan laporan tentang penemuan diagram Venn.
Figure 14-7 Continued
Setelah membaca dan menceritakan ulang fable, siswa boleh memilih  untuk menulis fable mereka sendiri; fable yang mereka tulis pertamakali bisa dengan teman sekelas atau dengan berkelompok. Setelah pengalaman ini, siswa memilih sebuah pesan moral tertentu dan menulis fable mereka sendiri menggunakan proses menulis. Beberapa siswa menggunakan sistem menulis fable yang tradisional dengan menggunakan binatang sebagai karakter dan yang lainnya mungkin menggunakan manusia, teman sekelas, atau anggota keluarganya.
Siswa yang tertarik dengan cerita tradicional bisa menggalli dari Aesop atau de La Fontaine, dua penulis besar tentang cerita fable. Sumber yang lain juga memungkinkan: sisaw membuat favorit fable, melukis di dinding, menulis ulang sebuah fable dengan modern karakter, atau melihat catatan guru pada halaman sebelummya.
Science Theme : Insects .Dalam theme cycle ini,aktivitas mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis digunakan siswa untuk mempelajari tentang insect/serangga seperti yang ditunjukkan pada figur 14-7. Siswa membaca buku-buku yang berisi informasi tentang serangga, menggunakan cara membaca secara langsung Joyful Noise ; Poem for two voices (Fleischman, 1988), dan mendengarkan bab-bab dlm buku The Cricket in Tmes Square (Salden, 1960), membaca dengan keras. Membaca adalah cara yang paling sesuai untuk midle-grade students untuk mempelajari tentang serangga. Mereka menghubungkan membaca dengan menulis  melalui penjadwalan pembelajaran mereka dari buku dengan membaca keras dan merekam informasi-informasi scientific dari buku-buku dan presentasi guru.
Setiap siswa bisa memilih jenis serangga yang akan di pelajari secara mendalam, dan selanjutnya siswa membuat laporan kelas, dengan satu laporan untuk satu serangga yang mereka pelajari. Siswa bisa juga membuat kartu untuk menggambarkan siklus kehidupan atau bagian dari tubuh serangga tersebut. Sebagai Project individu, siswa bisa mengoleksi serangga atau memilihnya salah satu untuk dijadikan sebagai aktivitas yang dicatat di dalam catatan guru seperti yang ada di halaman sebelum ini. Kemungkinan yang lain termasuk membuat sebuah kartu untuk mengklasifikasikan  serangga yang merugikan dan yang menguntungkan, atau membuat serangga imajinasi dan menulis tentangnya.  
Autor Unit: Beverly Cleary. Beverly Cleary adalah penulis buku anak-anak yang terkenal dan merupakan pilihan yang baik untuk unit ini karena dia telah menulis banyak buku, kebanyakan dicetak dengan harga terjangkau. Pengelompokan ini juga bisa dilihat pada figur 14-7. Guru mungkin ingin memulai unit tentang autor dengan membaca secara keras bukunya Cleary Ramona. Ramona the Pest (1968) adalah idola dari midle-grade students,  buku ini memperkenalkan kepada siswa tentang keluarga Quimby. Selanjutnya siswa memilih satu atau lebih buku Cleary untuk dibaca secara independen atau sebagai petunjuk dalam membaca dengan guru. Siswa bisa juga mendengarkan cerita Cleary di listening center atau menonton film atau video dari beberapa buku. Mereka membuat daftar bacaan dan merespon buku Cleary yang telah mereka baca. Setelah membaca, siswa dapat menyiapkan project yang berhubungan dengan  buku yang mereka baca, membuat permainan atas episode favorit dari cerita atau membuat iklan untuk mempromosikan buku mereka.
 
Upper-Grade Theme Cycles.   
Pengelompokan tema untuk siswa kelas 6,7 dan 8 /upper-grade students adalah ditampilkan pada figur 14-8. Pertama-tama ádalah tema difokuskan pad Anne Frank: The Diary of a Young Girl. Menghubungkan dengan kemodernan  bisa mempelajari Hollocaust. Pengelompokan yang kedua adalah tema study sosial pada Midle Ages.dan pengelompokan yang ketiga adalah masalah biograpy dari Martin Luther King dan orang-orang Amerika atau Afrika yang lainnya.
Figur 14-8 Cluster for Three Upper-Grade Theme Cycle
Literatur Focus Unit: Anne Frank: The Diary of Young Girl. Autobiograpy dari Anne Frank adalah clasic modern  yang mempunyai delapan tingkat bacaan, dan pengelompokan ide untuk pengembangan unit yang disajikan pada figur 14-8. Untuk lebih lengkapnya mereka bisa mempelajari juga tentang perang dunia II. Pada pertengahan unit dari Anne Frank: The Diary of a Young Girl (Frank, 1952) bica dibaca bersama-sama dikelas. Siswa membuat daftar bacaan untuk menerapkan respon mereka terhadap bacaannya. Siswa bisa juga membaca buku-buku informasi untuk memperoleh pengetahuan lebih tentang perang dunia II dan Holocaust dan membaca buku yang lainnya tentang karakter Jewish selama perang.
Siswa mempelajari berbagai kata melalui bacaan mereka, termasuk ghetto, concentration camp, intolerance, genocide dan anti-semitism. Kata-kata tersebut digantung di kelas dan siswa menulisnya di folder, kata-kata tersebut bisa digunakan  untuk berbagai macam kegiatan dan siswa bisa menggunakannya sewaktu-waktu.
Figur 14-8 Continued
Puisi, bisa membantu siswa dalam mengungkapkan perasaannya selama unit ini, mereka bisa menulis puisi “ Jika saya menjadi pejuang dalam perang” atau  “SAYA”.Atau menulis tentang kondisi tempat pemanpungan dan kehidupan setelah Nazis pergi dan apa yang dingat mereka. Mereka bebas menulis puisi untuk merespon hitam-putihnya perang melalui foto yang mereka lihat.
Aktivitas lain yang mungkin yang berhubungan dengan unit ini adalah dengan mengundang orang yang pernah tinggal di tempat penampungan perang untuk diinterviw di kelas atau orang lain yang ingat tentang perang.
Siswa juga bisa mengembangkan project yang berhubungan dengan unit ini, mereka bisa melihat catatan guru, atau mereka bisa menulis autobiograpy, meneliti Holocaust dan menyiapkan laporan tertulis secara langsung, atau membuat poster atau menulis essay tentang toleransi.
Social Studies Theme: The Middle Ages. Tema di dalam Midle Age, membaca,menulis, mendengarkan dan berbicara adalah bersatu dengan  sejarah, seperti ditunjukkan pada figur 14-8. Siswa menggunakan buku-buku yang berisi informasi tenta era sejarah, selanjutnya mereka menggunakan apa yang mereka pelajari  untuk berbagai tujuan. Mereka bisa menggunakan catatan jalan hidup orang-orang yang mengerti betul tentang kejadian pada masa itu seperti Charlemagne atau William the Conqueror, atau yang lainnya.
Siswa menambahkan informasi melalui kelas, atau mereka bisa membuat sendiri dengan mengetiknya menggunakan komputer. Pada permulaan tema ini, guru  membuat batas waktu periodenya ( contohnya 1066-1485) dan data kunci yang lainnya, kemudian siswa menambahkan data yang mereka baca dan pelajari tentang masa itu.
Siswa secara perorangan atau berkelompok dapat menggambar peta kota selama masa itu dengan melewatkan kota modern, dan mereka bisa membuat peta dari Crusade. Mereka  bisa membuat bentuk lain dari kartu seperti diagram dari kastil, catedral, dan vila dan mereka bisa juga  menggambar kostum, alat-alat transportasi, sensata dan hal-hal lain yang berhubungan dengan masa itu. Siswa juga bisa membandingkan  kehidupan di desa , di kalangan bangsawan, dan di kastil, kemudian melaporkannya perbedaan yang mereka temui  dalam kartu atau dengan membuat buku yang sama dengan Goodal’s Above and Bellow Stairs (1983)
Biography Unit: Martin Luther King, Jr .Pada  unit ini siswa  mempelajari tentang sebagian besar dari orang Afrika Amerika, Martin Luther King ,Jr dan pada saat yang sam mereka juga mempelajari tentang sejarah Afrika Amerika dan biograpinya secara umum. Pengelompokan untuk unit ini ditampilkan pada figur 14-8. unit ini dimulai dengan membaca (bisa secara keras) buku tentang Martin Luther dan mempelajari tentang kehidupannya. Siswa bisa melihat video rekaman seorang raja “ I Have a Dream” berpidato dan menulis tentang mimpi mereka sendiri, mereka berbagi dengan puisi “Dreams” dan “Dreams Deferred” dengan puisi yang menggambarkan Afrika Amerika.
Instructional Activities 
Dari rencana-rencana dan dari pertanyaan dan saran para siswa, guru mengembangkan  lesson plan. Itu mencakup aktivitas khusus yang disarankan bagi siswa  untuk menyimpulkan tema. rencana tersebut bisa jadi merupakan bagian dari pelajaran di kelas atau kelas bahasa sekalipun.
Selama Theme Cycles, siswa berada dalam kelas , kelompok kecil atau aktivitas secara individual. 
Aktivitas kelompok kelas secara menyeluruh meliputi
Membuat  kartu KWL
Menyimak penjelasan guru
Mendengar guru membaca dengan keras
Menambahkan kata pada majalah diding
Menginterview seseorang dengan kemampuan/pengetahuan yang berhubungan dengan tema themecycle
Menyimak fil, video atau demo
Berpartisipasi dalam diskusi tentang literatur
Berbagi projects dengan teman-teman sekelas
Menulis buku
Aktivitas kelompok kecil meliputi:
Membuat kartu, diagram atau peta
Mengadakan experimen science
Membaca buku dari text
Berpartisipasi dalam diskusi tentang literatur
Mendengarkan di listening center
Mencari jawaban dari pertanyaan yang ada
Menampilkan pertunjukan boneka tangan 
Membaca  dengan coral
Bekerja dengan sebuah proyek
Aktivitas individual meliputi
Membaca atau membaca ulang buku
Menulis pada jadwal pembelajaran
Meneliti jawaban atas pertanyaan yang ada
Menulis laporan
 Membuat poster
Mengerjakan proyek
Siswa menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis sebagai sarana untuk mempelajari topik dalam themecycle dan meneliti jawaban atas pertanyaan yang ada. 
Assesing Student’s Learning 
Sebagaimana mereka merencanakan untuk theme cycle bersama siswa, dan mengembangkan lesson plan, guru perlu untuk memutuskan melibatkan siswa selama tema berlangsung. Bersama-sama antara siswa dan guru dapat mengidentifikasi aktivitas khusus yang akan di kerjakan. Beberapa aktivitas akan dikerjakan dengan simpel atau ada yang sempurna dan tidak sempurna. 
Satu cara untuk menentukan  pembelajaran bagi siswa dalam themecycle ádalah menggunakan ceklist. Ceklist menunjukkan aktivitas yang akan ditetapkan, dan dibagikan pada siswa ketika awal theme cycle sehingga siswa akan mengerti apa yang harus mereka pelajari. Guru yang menggunakan ceklist mendapati bahwa siswa mereka lebih bertanggung jawab dalam melengkapi kewajibannya. Ketentuan yang telah ditetapkan dalam ceklist untuk midle-grade bisa dilihat pada figur 14-9. Siswa menerima ceklist itu pada awal tema dan menyimpannya pada notebook atau tempat file. Siswa mengecek  kesembilan aktivitas setelah melengkapinya, pada akhir theme cycle guru mengumpulkan dan menentukan pekerjaan siswa pada setiap aktivitas.
Figur 14-9 An Assesment Cecklist for a Middle-Grade Theme Cycle
Insect Theme Checklist
Name :
1. Membuat jadwal pembelajaran
2. Membaca lima buku yang berisi informasi tentang insect dan menuliskannya pada learning log
3. Membantu kelompok dalam membuat daur hidup insect pada kartu
4. Menyusun dan mengarang seekor serangga dan membuat gambaran tentangnya
5. Mendengarkan ‘The Cricket in Time Square’ dan menulis atau menggambar sebuah daftar bacaan tentang masing-masing bab
6. Membaca dengan keras bersama teman tentang Joyful Noise
7. Membuat ABC book
8.  Mengerjakan pengelompokan kata pada dinding tentang insect
9. Mempelajari lebih banyak tentang insect dan berbagi untuk menyelesaikan pembelajaran.
10. Menulis surat kepada Mr.R tentang pembelajaranmu dan kebiasaan bekerja selama tema ini.
REVIEW      
Belajar bahasa bisa secara integrated melalui theme cycle dengan curikulum pembelajaran. Memadukan antara mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis tentang science, studi social, literatur dan pelajaran yang lain dalam kurikulum pembelajaran. Guru dan siswa merencanakan theme cycles bersama-sama, pertama guru menentukan hasil yang valid, dan siswa membuat pertanyaan dan jenis-jenis kegiatan hinggá menarik untuk dikerjakan. Kedua, guru mengembangkan pengelompokan, hasil pembelajaran dan aktivitasnya berdasarkan pengelompokannya, memimpin kelas besar, kelompok kecil dan aktivitas individual. Langkah terakhir untuk mengembangkan teme ádalah dengan menggunakan ceklist dalam menentukan pembelajaran siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar