![]() | |
| kekutan DO`A IBU |
Sabtu, 24 September 2011
Kekuatan Do'a Ibu
Penulis : Jamil Azzaini
Dalam hidup ini, tidak semua hal bisa dijelaskan dengan logika matematis. Sering kali ada “invisible hand” yang sulit dijelaskan dengan teori dan logika. Ada tukang becak yang mampu menunaikan ibadah haji, padahal penghasilannya jauh dari cukup. Ada orang yang punya anak lebih dari sepuluh, tetapi semua anaknya berhasil. Padahal di sisi lain, ada orang yang punya anak hanya satu atau dua orang saja, tetapi anaknya tidak ada yang “jadi orang”.
Memaafkan itu Membahagiakan
Penulis : Jamil Azzaini
“Memoles” atau mengkader orang adalah salah satu aktivitas yang saya sukai. Saya pernah membawa seorang teman dari daerah untuk saya poles di Jakarta. Dia punya potensi, tapi hidupnya kurang beruntung di daerah asalnya.
Setelah melalui berbagai proses, akhirnya ia tumbuh menjadi seseorang. Kehidupannya terus membaik dan sayapun ikut senang melihatnya. Namun pada suatu kesempatan, ia “menjatuhkan” atau menghina saya di hadapan banyak orang. Saya merasa sakit hati. Saya terluka. Saya membatin, “Orang ini tidak tahu balas budi.”
“Memoles” atau mengkader orang adalah salah satu aktivitas yang saya sukai. Saya pernah membawa seorang teman dari daerah untuk saya poles di Jakarta. Dia punya potensi, tapi hidupnya kurang beruntung di daerah asalnya.
Setelah melalui berbagai proses, akhirnya ia tumbuh menjadi seseorang. Kehidupannya terus membaik dan sayapun ikut senang melihatnya. Namun pada suatu kesempatan, ia “menjatuhkan” atau menghina saya di hadapan banyak orang. Saya merasa sakit hati. Saya terluka. Saya membatin, “Orang ini tidak tahu balas budi.”
Anakku, “Malaikat” Kecilku
Penulis : Jamil Azzaini
Pekan lalu, selama 6 hari non-stop saya roadshow memberikan training dan seminar di Yogyakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Klaten dan Jakarta. Selama itu pula saya tidak bertemu dengan “malaikat-malaikat” kecilku. Kebetulan “malaikat-malaikat” kecilku itu, Hana (SD kelas 5) dan Izul (SD kelas 2), sedang liburan sekolah.
Merasa bersalah meninggalkan mereka selama liburan, begitu tiba di rumah saya bilang sama mereka, “Besok kita ke Kidzania, ya..” Hana dan Izul girang menangapi ajakan saya. Kidzania adalah salah satu tempat bermain favorit mereka.
Pekan lalu, selama 6 hari non-stop saya roadshow memberikan training dan seminar di Yogyakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Klaten dan Jakarta. Selama itu pula saya tidak bertemu dengan “malaikat-malaikat” kecilku. Kebetulan “malaikat-malaikat” kecilku itu, Hana (SD kelas 5) dan Izul (SD kelas 2), sedang liburan sekolah.
Merasa bersalah meninggalkan mereka selama liburan, begitu tiba di rumah saya bilang sama mereka, “Besok kita ke Kidzania, ya..” Hana dan Izul girang menangapi ajakan saya. Kidzania adalah salah satu tempat bermain favorit mereka.
Topeng Kehidupan
Penulis : Jamil Azzaini
Dalam kehidupan sehari-hari, saya menemukan banyak orang yang hidup dengan mengenakan topeng. Ada orang yang mengaku sukses dalam bisnis (milyarder), mobilnya mewah, aksesoris yang melekat di tubuhnya semuanya branded, ketika bicara omongannya muluk-muluk. Namun tunggakan hutangnya melimpah, kehidupannya rapuh. Menurut saya, orang ini hidupnya bertopeng, yang tampak bukanlah aslinya.
Politisi yang berbicara atas nama rakyat, sering merasa memperjuangkan rakyat dan juga dipilih oleh rakyat. Namun dalam kehidupannya ia tak mencerminkan peduli dengan rakyat. Ia lebih sibuk mengumpulkan rupiah. Selalu minta dilayani, bukan melayani. Bahkan berani memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Menurut saya, orang ini hidupnya bertopeng, politisi hanya dijadikan kedok untuk kepentingan pribadi
Dalam kehidupan sehari-hari, saya menemukan banyak orang yang hidup dengan mengenakan topeng. Ada orang yang mengaku sukses dalam bisnis (milyarder), mobilnya mewah, aksesoris yang melekat di tubuhnya semuanya branded, ketika bicara omongannya muluk-muluk. Namun tunggakan hutangnya melimpah, kehidupannya rapuh. Menurut saya, orang ini hidupnya bertopeng, yang tampak bukanlah aslinya.
Politisi yang berbicara atas nama rakyat, sering merasa memperjuangkan rakyat dan juga dipilih oleh rakyat. Namun dalam kehidupannya ia tak mencerminkan peduli dengan rakyat. Ia lebih sibuk mengumpulkan rupiah. Selalu minta dilayani, bukan melayani. Bahkan berani memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Menurut saya, orang ini hidupnya bertopeng, politisi hanya dijadikan kedok untuk kepentingan pribadi
Ternyata Saya Hanya Ge-er!
Penulis : Jamil Azzaini
Pagi ini saya mengantar istri ke rumah sakit untuk dirawat. Dokter pun bertanya, “Biasanya ibu minum obat apa? Berapa kali minum obat ini?” Beberapa pertanyaan lain diajukan sang dokter. Dan, ternyata, saya tidak bisa menjawabnya. Saya tertegun sejenak. Usai urusan dengan dokter itu saya keluar ruangan. Saya menangis.
Pagi ini saya mengantar istri ke rumah sakit untuk dirawat. Dokter pun bertanya, “Biasanya ibu minum obat apa? Berapa kali minum obat ini?” Beberapa pertanyaan lain diajukan sang dokter. Dan, ternyata, saya tidak bisa menjawabnya. Saya tertegun sejenak. Usai urusan dengan dokter itu saya keluar ruangan. Saya menangis.
Kaya Itu Memberi Manfaat
Penulis : Jamil Azzaini
Siapa di antara Anda yang ingin menjadi orang kaya? “Ah. Mas Jamil, lah wong nanya kok pakai pertanyaan retoris? Ya jelas saja jawabannya: iya, pasti, tentu, he’eh, yo’i. Kalau pun ada yang bilang tidak, mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari.”
Sebenarnya seperti apa sih yang disebut kaya? Anthony Robbins, menawarkan enam tahap KAYA –yang boleh jadi saat ini syukur-syukur Anda sudah berada di salah satu tahapannya.
Siapa di antara Anda yang ingin menjadi orang kaya? “Ah. Mas Jamil, lah wong nanya kok pakai pertanyaan retoris? Ya jelas saja jawabannya: iya, pasti, tentu, he’eh, yo’i. Kalau pun ada yang bilang tidak, mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari.”
Sebenarnya seperti apa sih yang disebut kaya? Anthony Robbins, menawarkan enam tahap KAYA –yang boleh jadi saat ini syukur-syukur Anda sudah berada di salah satu tahapannya.
Orangtuamu adalah Rajamu
Penulis : Jamil Azzaini
"Orangtuamu adalah raja bagimu. Saat kau berbeda pendapat dengan orangtuamu, jadikanlah sarana untuk berlatih negosiasi, bukan untuk mencaci orang yang telah melahirkanmu." (Jamil Azzaini)
Tanpa ada orangtua, kita tak akan ada di dunia. Betapapun besarnya pengabdian kita kepada mereka, tak akan mampu kita membalas jasanya. Oleh karena itu, jadikalah mereka raja bagimu. Taatilah mereka selama tidak memerintahkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamamu.
"Orangtuamu adalah raja bagimu. Saat kau berbeda pendapat dengan orangtuamu, jadikanlah sarana untuk berlatih negosiasi, bukan untuk mencaci orang yang telah melahirkanmu." (Jamil Azzaini)
Tanpa ada orangtua, kita tak akan ada di dunia. Betapapun besarnya pengabdian kita kepada mereka, tak akan mampu kita membalas jasanya. Oleh karena itu, jadikalah mereka raja bagimu. Taatilah mereka selama tidak memerintahkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamamu.
Mario Teguh
Jika kita ingin memperbaiki kualitas hidup, kita harus memperbaiki yang menurut kita tidak mungkin.
Pendapat kita mengenai yang mungkin dan tidak mungkin, menentukan apa yang akan kita kerjakan, dan dengannya menentukan yang mungkin kita capai dalam pekerjaan dan kehidupan kita.
Orang yang maunya hanya melakukan yang menurutnya mungkin, hidupnya akan biasa-biasa saja dan bahkan cenderung lemah.
...
Tapi, orang yang mengabaikan pendapat orang lain mengenai yang tidak mungkin, lalu mencobanya dalam doa dan kerja keras, akan hidup dalam kualitas yang tadinya tidak mungkin.
Dan orang yang mempersulit pertolongan bagi dirinya sendiri, akan tetap mengatakan:
"Ah, teori! Gak semudah membalikkan telapak tangan."
Betul sekali!
Jika keberhasilan itu mudah, maka orang malas dan pesimis pun akan berhasil.
jodoh
Qmi begitu berbida`
sekaligus begitu serasi`
saling menjaga & membahagiakan maka Qmipun berjanji untuk menyatukan kedua hati Qmi agar yg berbida dapat menjadi serasi agar yang kosong dpt terisi dgn sempurna karena perbidaan Qmi bukan lah kendala selagi Qmi masih memakai bahasa yg sama` yaitu BAHASA..... CINTAA...!!!
hayuuu saaadaaaap...!!!
ajal
penulis: a. haryadi
dentangan jarum jam bisa d`hitung dgn menit` minggu bisa d`hitung dgn hari` tahu bisa d`hitung dgn bulan..!!
tpi adakah yang bisa menghitung berapa lama lagi kita hdup d`dunia`
kita gak tau sama umur kita` itu adalah rahasia drri yg maha kuasa`
AAL minta rila dunia akhirat lah mudhn amal ibadah kita selama hdup d`terima ALLAH SWT amie...!!!
profil ibuku
penulis: A. Haryadi
Beliau di lahirkan -+ sekitar 45 tahun yang lalu dan beliau dilahirkan dari keluarga sederhana, sungguh berat perjuangan beliau, ketika mengenyan pendidikan beliau waktu sekolah di MI itupun beliau tidak sampai selesai meneruskan pendidikannya dan berhenti di kelas 5 karena himpitan ekonomi keluarga jadi beliau memutuskan ntuk berhenti, padahal dihati kecil beliau masih mau sekolah, tapi apa lah daya beliau hanya seorang anak petani yang masih serba kekurangan, beliau mengurungkan niatnya untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit seperti anak biasanya, setelah beberapa tahun berhenti dari sekolah, beliau berumur -+ 15 tahu deliau dilamar oleh seorang perjaka tu yaitu bapak ku beliau berumur -+ 40 tahun beliau selisih -+ 25 tahun, setelah beberapa tahu menikah ibu mengandung dan melahirkan anak pertama yang di beri nama oleh salah 1 guru besar dikampung sebelah dan kebetulan nama beliau M ARSYAD dilimpahkan beliau lepada kakak ku. dan kakak ku diangkat beliau menjadi anak angkat beliau. tak lama kemudian -+ 3 tahun lama nya.
ibu melahirkan anak ke2 diberi nama M. NAWARI
kakak ku yang pertama sudah memasuki usia sekolah, setelah 5 tahun berselang dari lahi anak yang kedua ibu mengandung aku,
ayah ku mulai sakit-sakitan setelah usia kandungan ku 6 bulan ayah ku meninggal, dimulai dari situlah perjuangan ibuku untuk menghidupi ke3 anak nya tanpa suami
Beliau di lahirkan -+ sekitar 45 tahun yang lalu dan beliau dilahirkan dari keluarga sederhana, sungguh berat perjuangan beliau, ketika mengenyan pendidikan beliau waktu sekolah di MI itupun beliau tidak sampai selesai meneruskan pendidikannya dan berhenti di kelas 5 karena himpitan ekonomi keluarga jadi beliau memutuskan ntuk berhenti, padahal dihati kecil beliau masih mau sekolah, tapi apa lah daya beliau hanya seorang anak petani yang masih serba kekurangan, beliau mengurungkan niatnya untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit seperti anak biasanya, setelah beberapa tahun berhenti dari sekolah, beliau berumur -+ 15 tahu deliau dilamar oleh seorang perjaka tu yaitu bapak ku beliau berumur -+ 40 tahun beliau selisih -+ 25 tahun, setelah beberapa tahu menikah ibu mengandung dan melahirkan anak pertama yang di beri nama oleh salah 1 guru besar dikampung sebelah dan kebetulan nama beliau M ARSYAD dilimpahkan beliau lepada kakak ku. dan kakak ku diangkat beliau menjadi anak angkat beliau. tak lama kemudian -+ 3 tahun lama nya.
ibu melahirkan anak ke2 diberi nama M. NAWARI
kakak ku yang pertama sudah memasuki usia sekolah, setelah 5 tahun berselang dari lahi anak yang kedua ibu mengandung aku,
ayah ku mulai sakit-sakitan setelah usia kandungan ku 6 bulan ayah ku meninggal, dimulai dari situlah perjuangan ibuku untuk menghidupi ke3 anak nya tanpa suami
Maafkan Saudaramu, maka Allah pun Memaafkanmu
Penulis : Abi Sabila
Niat hati ingin menolong, tapi malah dimusuhi. Itulah yang Pak Sabar alami.
“Merasa sakit hati, seseorang bersumpah tidak akan memaafkan saya,” Pak Sabar memulai ceritanya.
“Siapa? Dan apa sebabnya?” tanya Ahmad penasaran.
Kemungkinannya hanya ada dua. Pertama, seseorang - yang Pak Sabar tak mau menyebutkan namanya - itu adalah orang yang tidak punya sopan santun, tak tahu diuntung. Yang kedua, sebagai manusia biasa, Pak Sabar bisa saja khilaf, melakukan satu kesalahan yang cukup fatal hingga orang tersebut sulit untuk memaafkan. Ahmad menimbang dua kemungkinan ini. Namun, hati kecilnya tetap mengatakan bahwa kemungkinan kedua sangat kecil terjadi. Ia kenal baik laki-laki yang kesabarannya sesuai dengan namanya ini.
Niat hati ingin menolong, tapi malah dimusuhi. Itulah yang Pak Sabar alami.
“Merasa sakit hati, seseorang bersumpah tidak akan memaafkan saya,” Pak Sabar memulai ceritanya.
“Siapa? Dan apa sebabnya?” tanya Ahmad penasaran.
Kemungkinannya hanya ada dua. Pertama, seseorang - yang Pak Sabar tak mau menyebutkan namanya - itu adalah orang yang tidak punya sopan santun, tak tahu diuntung. Yang kedua, sebagai manusia biasa, Pak Sabar bisa saja khilaf, melakukan satu kesalahan yang cukup fatal hingga orang tersebut sulit untuk memaafkan. Ahmad menimbang dua kemungkinan ini. Namun, hati kecilnya tetap mengatakan bahwa kemungkinan kedua sangat kecil terjadi. Ia kenal baik laki-laki yang kesabarannya sesuai dengan namanya ini.
idhul fitri
Bila kata merangkai dusta…
Bila tingkah menoreh luka…
Bila hati penuh prasangka…
Mohon pintu maaf dibuka…
Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah ada
Tuk khilaf berbuah lara
Tuk dusta yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di hari kemenangan kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Bila tingkah menoreh luka…
Bila hati penuh prasangka…
Mohon pintu maaf dibuka…
Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah ada
Tuk khilaf berbuah lara
Tuk dusta yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di hari kemenangan kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Rabu, 21 September 2011
Kajian Teori Pembelajaran Matematika di SD

Pembelajaran matematika yang diajarkan di SD merupakan matematika sekolah yang terdiri dari bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi anak serta berpedoman kepada perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa matematika SD tetap memiliki ciri-ciri yang dimiliki matematika, yaitu: (1) memiliki objek kajian yang abstrak (2) memiliki pola pikir deduktif konsisten Suherman (2006: 55). Matematika sebagai studi tentang objek abstrak tentu saja sangat sulit untuk dapat dipahami oleh siswa-siswa SD yang belum mampu berpikir formal, sebab orientasinya masih terkait dengan benda-benda konkret. Ini tidak berarti bahwa matematika tidak mungkin tidak diajarkan di jenjang pendidikan dasar, bahkan pada hakekatnya matematika lebih baik diajarkan pada usia dini.
Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
- Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
- Menepati Dasa Dharma
Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu :
- Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
- Patriot yang sopan dan kesatria
- Patuh dan suka bermusyawarah
- Rela Menolong dan tabah
- Rajin, terampil dan gembira
- Hemat, cermat, dan bersahaja
- Disiplin Berani dan setia
- Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
- Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Pramuka tidak hanya Skill namun juga Jiwa Pentingnya Integrasi bagi Mahasiswa
Penduduk kampus (Perguruan Tinggi) adalah didominasi oleh mahasiswa. Tantangan masahasiswa untuk selalu terjun ke masyrakat selalu terngiang dalam telinga. Mempelajari ilmu sesuai dengan disiplin ilmu. Berbagai pembelajaran, motivasi, serta pembinaan dari Dosen. Berbagai tipe mahasiswa pun juga menghiasi dunia kemahasiswaan. Memilih berada di dekat buku, rumah, dan tugas, hingga ada yang memilih mengepalkan tangan dan berteriak di jalanan. Menuntut suatu kepada para pemimpin. Hingga terkadang berujung pada perusakan sarana dan prasarana umum. Pelontaran kata-kata yang tidak harus dilontarkan pun keluar dari mulut. Yang merasa lebih tua pun juga tidak mau kalah, hingga membalas omongan atau bahkan tindakan.
GERAKAN PRAMUKA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA, TIDAK HARUS MENEPUK DADA
Tidak seperti institusi atau kelompok komunitas yang ada ditanah air ini dalam setiap aktivitasnya, nyaris mengedepankan unsur cerimonial, gebyar unjuk kekuatan (show offorce) dibandingkan dari hakekat momentum yang digelar. Publisitas yang wah, instan serta vulgar. Usai aktvitas tenggelam dan terlupakan untuk pertama dan terahir kali tiada kesinambungan Lenyap ditelan masa, tiada kabar berita, tinggal papan nama.Lantaran masing-masing gerakan mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan, usai kepetingan itu dinikmati usai pula gerakan tersebut.. Tidaklah halnya dengan Gerakan Pramuka (GP) yang berpijak dari sejarah kebangkitan bangsa yang memadukan rasa nasionalisme dan patriotisme agar tetap terjaga negara kesatuan Republik Indonesia.
Pramuka tidak hanya Skill namun juga Jiwa Pentingnya Integrasi bagi Mahasiswa
Mahasiswa berintegrasi dengan masyarakat
Penduduk kampus (Perguruan Tinggi) adalah didominasi oleh mahasiswa. Tantangan masahasiswa untuk selalu terjun ke masyrakat selalu terngiang dalam telinga. Mempelajari ilmu sesuai dengan disiplin ilmu. Berbagai pembelajaran, motivasi, serta pembinaan dari Dosen. Berbagai tipe mahasiswa pun juga menghiasi dunia kemahasiswaan. Memilih berada di dekat buku, rumah, dan tugas, hingga ada yang memilih mengepalkan tangan dan berteriak di jalanan. Menuntut suatu kepada para pemimpin. Hingga terkadang berujung pada perusakan sarana dan prasarana umum. Pelontaran kata-kata yang tidak harus dilontarkan pun keluar dari mulut. Yang merasa lebih tua pun juga tidak mau kalah, hingga membalas omongan atau bahkan tindakan.
Langganan:
Komentar (Atom)




