Sabtu, 24 September 2011

Ternyata Saya Hanya Ge-er!

Penulis : Jamil Azzaini
Pagi ini saya mengantar istri ke rumah sakit untuk dirawat. Dokter pun bertanya, “Biasanya ibu minum obat apa? Berapa kali minum obat ini?” Beberapa pertanyaan lain diajukan sang dokter. Dan, ternyata, saya tidak bisa menjawabnya. Saya tertegun sejenak. Usai urusan dengan dokter itu saya keluar ruangan. Saya menangis.

Pagi ini saya menyadari, saya bukanlah suami yang baik. Banyak hal yang saya tidak tahu tentang istri saya. Ternyata selama ini saya hanya ge-er bahwa saya sangatlah perhatian pada istri. Faktanya? Itu hanya perasaan saya dan tidak sesuai dengan kenyataan. Maafkan aku, wahai istriku.
Akhirnya, ingatan saya menerawang ke masa lalu. Banyak hal yang saya tidak tahu tentang anak-anak saya di masa lalu. Ketika saya ditanya, “Anaknya kelas 4A atau 4B? Lagu yang paling disukai apa? Sudah Iqro berapa? Sudah hafal berapa surat? Berat badan dan tingginya berapa? Nama teman-teman akrabnya siapa? Di Facebook sering ngomong apa?”
Hampir semua pertanyaan itu saya tidak bisa menjawab. Saya tidak tahu mendalam siapa anak saya. Padahal hampir setiap hari bersama mereka. Dalam urusan inipun ternyata saya hanya ge-er bahwa saya orang tua yang baik. Faktanya? Saya masih harus terus belajar dan memahami secara mendalam siapa anak saya. Saya harus terus berlatih untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak saya. I love you, anak-anakku.
Begitupun bila diajukan pertanyaan, “Apakah orangtuamu benar-benar sehat? Apa keinginan orangtuamu yang belum terwujud? Apa harapan orangtuamu kepadamu? Siapa teman-teman baik orangtuamu? Apa makanan yang paling disukai orangtuamu? Bagaimana kondisi keuangan sesungguhnya orangtuamu? Apa yang membuatnya bersedih? Apa yang membuatnya bahagia?”
Oh, my God! Banyak pertanyaan yang tak bisa saya jawab. Padahal selama ini saya merasa sudah menjadi anak yang baik. Ternyata saya hanya ge-er dan merasa menjadi anak yang baik. Faktanya? Saya masih harus terus berjuang untuk bisa menjadi anak yang benar-benar mengerti orangtua saya. Bapak dan Ibu, saya akan berupaya sekuat tenaga untuk membuatmu bangga kepada anakmu.
Dalam menjalani kehidupan selama ini, ternyata saya banyak ge-ernya. Bagaimana dengan Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar