Anda
termasuk orang yang menyukai tidur dengan lampu menyala? atau karena takut dan
trauma tertentu yang menyebabka anda lebih memilih lampu menyala saat tidur
malam. Sebaiknya anda melatih dan membiasakan dengan keadaan lampu padam.
Ada beberapa
pengaruh yang tidak baik terhadap tubuh jika kita tidur dalam keadaan lampu
menyala, ini berkaitan dengan menurunnya produksi hormon melatonin
diantaranya :
Meningkatkan
resiko kanker.
Kok Bisa? Ya, karena penurunan hormon melatonin,
dimana hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh,yaitu sebagai
antioksidan untuk kelangsungan fungsi kesehatan jantung, antikanker termasuk
kanker payudara dan kanker prostat, gangguan-gangguan endokrin, pencegah proses
penuaan termasuk juga pemeliharaan fungsi seksual . Hormon melatonin ini tidak
akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya
atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.
Seorang
Biolog, Joan Roberts menemukan rahasia setelah melakukan percobaan pada hewan.
Ketika hewan tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin
nya(salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah
berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat) menurun dan
sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya Lampu – seperti juga TV –
menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap diam-diam
berkolaborasi dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh
menghasilkan Melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari –
sekecil apapun sinarnya menyebabkan Produksi hormon melantonin terhenti.
Meningkatkan
Resiko Penyakit Jantung
Walau masih banyak pro dan kontra tentang banyaknya fungsi
melatonin yang cukup variatif terhadap tubuh, namun sebagai antioksidan,
beberapa penelitian sudah menemukan bahwa melatonin cukup efektif dalam proses
menetralisir gugus OH yang menjadi sasaran dalam proses penghancuran radikal
bebas yang menyerang tubuh, bahkan dalam beberapa riset dikabarkan lebih kuat
dibandingkan antioksidan lain seperti vitamin E, C, selenium
atau glutation.
Berkaitan dengan fungsi ini, para peneliti tadi berpendapat bahwa melatonin juga dapat menghambat peningkatan kolesterol sehingga mencegah pembentukan endapan plak yang menyumbat dinding pembuluh darah sehingga baik digunakan untuk menjaga kesehatan jantung. Maka jika produksi berkurang bisa menyebabkan gangguan jantung.
Berkaitan dengan fungsi ini, para peneliti tadi berpendapat bahwa melatonin juga dapat menghambat peningkatan kolesterol sehingga mencegah pembentukan endapan plak yang menyumbat dinding pembuluh darah sehingga baik digunakan untuk menjaga kesehatan jantung. Maka jika produksi berkurang bisa menyebabkan gangguan jantung.
Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya
optimalisasi dalam detoksifikasi untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi
tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal saat
tidur. Mekanisme tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan
sebagai penetral toksin. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat
berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai
antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas.
Menganggu Jam Tidur Biologis
Semakin malam semakin gelap tubuh kita akan merasa
lelah dan mengantuk. Ini jelas wajar, sintesis dan sekresi hormon melatonin
oleh kelenjar pineal meningkat seiring dengan semakinnya malam. Hormon inilah
yang menyebabkan kita menjadi mengantuk di malam hari. Fungsi dari rasa kantuk
adalah sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya. Hormon
yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga
terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan
malam di lingkungan.
Tidur yang berkualitas dalam artian bahwa dalam selang
waktu selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat.
Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini
dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja
otak. Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus sampai
bagian mata kita walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki
ruangan stimulator yang nantinya direspon oleh otak. Dengan kata lain walaupun
mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan
bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut.
Anak Beresiko Menderita Leukimia
Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko
mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam
menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet,
begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan
produksi zat melatonin.
Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.
Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.
Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.
Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.
Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.
Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.
Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.
Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.
Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya
terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah
menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja
shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara. Pada kenyataannya,
Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih
rendah mengidap kanker.
Pemborosan
Kalau yang satu ini sudah jelas, tidak usah ada
tinjaun ilmiah. Boros energi serta boros biaya.
Maka dari itu, ayo kita latih untuk tidur tanpa
menyalakan lampu. Bagi anda yang takut akan gelap, marilah kita biasakan
sedikit demi sedikit.
Tips agar bisa tidur saat lampu masih menyala
1. Gunakanlah lampu tidur agar cahaya lampu tidak terlalu
terang.
2.
Apabila tidak
memungkinkan lampu dimatikan gunakanlah penutup mata untuk mengatasi cahaya
lampu yang terlalu terang.
Terimakasih anda sudah berkunjung ke blog saya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar