Rabu, 02 November 2011

Para siswa menggunakan mendengar, membaca dan menulis selama pelajaran di sekolah berdasarkan kurikulum. Bahasa adalah alat belajar, apapun yang dipelajari baik itu ilmu sosial, ilmu pengetauan alam, matematika dan pelajaran lainnya yang termuat dalam kurikulum, semuanya menggunakan bahasa.
Theme cycles adalah cara baru dalam pengembangan kurikulum, yang mana siswa menggunakan bahasa untuk proses belajar (Alwenger dan Flores, 1994). Topik-topik pelajaran sosial dan ilmu pengetahuan alam sering kali digabung dalam theme cycle. Contohnya siswa mungkin mempelajari bagaimana manusia dan hewan berkomunikasi, kehidupan di sebuah pulau atau perang dunia II.
Dalam theme cycle, siswa bekerja sama dengan guru untuk merencanakan tema apa yang akan dibicarakan dengan cara memberikan pertanyaan atau saran. Mereka juga mengidentifikasi cara yang akan digunakan untuk menyelidiki topic tersebut dan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Selama waktu itu siswa menggunakan mendengar, berbicara dan menulis sebagaimana yang telah mereka pelajari. Dan mereka membagi apa yang mereka pelajari melalui buku yang mereka tulis, mempresentasikannya, dan menampilkan apa yang telah mereka ciptakan.
Gamberg dan teman-temannya (1988) menggambarkan theme study sebagai pusat/inti dari apa yang dikerjakan siswa disekolah (hal.10). Pada SD mereka di Halifax, Nova Scotia, siswa ikut serta dalam sebuah tema dalam skala besar, dikhususkan dalam satu rumah. Siswa dari kelas yang lain membicarakan tema yang berbeda, tapi semua difokuskan dalam satu rumah. Kelas pertengahan menyelidiki tentang bagaimana perubahan bentuk-bentuk rumah berdasarkan sejarahnya, kelas atas mempelajari tentang bagaimana membangun rumah.
Theme study berhasil untuk semua siswa, karena siswa dilibatkan dalam menentukan tema, sehingga mereka bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, bekerja sama dengan teman sekelasnya dalam menyelesaikannya, mereka disiplin terhadap diri mereka sendiri karena mereka ingin menjadi bagian dari komunitas siswa yang sedang belajar di kelas tersebut. Satu hal yang paling penting adalah siswa menjadi percaya diri dan optimis karena keberhasilannya dan termotivasi untuk mempelajari dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari.
 Bahasa adalah alat belajar yang fullpower, membaca, menulis dan aktifitas berbicara adalah cara yang paling efektif untuk mempelajari banyak hal. Ketika siswa menggunakan bahasa dengan baik dalam themecycles berarti mereka mempelajari informasi dengan baik dan menambah kemampuan berbahasa mereka. Melalui mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis, siswa mengembangkan pengetahuan mereka sendiri tentang subyek yang dibicarakan. Thais (1986) mengidentifikasi 3 keuntungan yang diperoleh siswa dari belajar melalui kurikulum :
1. siswa mengerti dan mengingat dengan lebih baik ketika mereka menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis untuk menggali apa yang sedang mereka  pelajari.
2. ada penguatan bagi siswa dalam belajar bahasa ketika mereka menggunakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis tentang apa yang mereka pelajari.
3. siswa belajar dengan sangat baik melalui active involvement colaborative Project dan interaksi dengan teman-teman sekelas, guru dan juga dunia.
BELAJAR MELALUI BAHASA
Halliday (1980) menggambarkan tiga Komponen dalam kurikulum bahasa : belajar bahasa, belajar melalui bahasa dan belajar tentang bahasa. Komponen pertama, belajar bahasa mungkin bisa disamakan dengan tanggung jawab yang paling penting bagi guru bahasa. khususnya siswa betul-betul perlu mengembangkan kemampuan komunikasinya dalam mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Komponen ke tiga, belajar tentang bahasa maksudnya adalah “mempelajari bahasa secara alami dan fungís dari bahasa itu sendiri” (Halliday,1980,p.6). Siswa mengembangkan pengetahuannya tentang bahasa dan bentuk-bentuk bahasa dan tujuan ketika mereka menggunakan ke 4 macam kemampuan berbahasa tersebut. Dan melalui kosa kata, pengucapan, dan petunjuk tata bahasa, pengetahuan mereka semakin luas. Tapi pembelajaran bahasa tidak bisa di pisah-pisahkan, dan komponen ke dua juga sangat penting.
Belajar melalui bahasa bisa digambarkan sebagai “ bagaimana kita menggunakan bahasa untuk membangun sebuah gambar tentang dunia tempat kita tinggal” (Halliday, 1980,p.13). Itu termasuk menggunakan bahasa dalam lingkungan khusus seperti yang ada dalam kurikulum. Siswa belajar materi khusus dengan menggunakan bahasa selama  proses pembelajaran, menerapkannya. Aktivitas berbahasa terjadi ketika kita mendiskusikan sebuah text yang telah ditentukan literaturnya berdasarkan kurikulum. Selanjutnya belajar tentang mendengarkan akan membuat siswa lebih efektif dalam mempelajari matemática atau ilmu pengetauan alam. Sama halnya ketika mereka membaca dan menulis untuk pelajaran yang ada.
BELAJAR SCIENCE MELALUI BAHASA
Dalam belajar tentang science, siswa berpartisipasi dalam variasi yang sangat luas dalam akitivitas berbahasa (Hansen,Newkirk,dan Graves, 1985). Mereka mendengarkan informasi dari film dan videotapes, informasi di berikan oleh guru, dan informasi melalui membaca dengan keras. Mereka menggunakan strategi menulis yang tidak resmi untuk membuat catatan kecil dan mengumpulkan informasi . Mengelompokkan, membuat catatan kecil, mempelajari perbagian-bagian dan susunan laporan ádalah  empat bentuk laporan yang harus mereka buat. Siswa membaca buku bergambar, buku-buku informasi, buku-buku referensi, artikel-artikel majalah sebagai bagian dari proyek penelitian, dan mereka berbagi akan apa yang mereka dapat melalui laporan secara langsung, debat, laporan tertulis “semua tentang…………” buku, poster, kartu dan diagram. Interview bisa digunakan dalam science, siswa bisa menginterview seorang ilmuwan atau ahli yang lainnya selanjutnya berbagi tentang apa yang mereka peroleh/pelajari dengan menulis artikel di koran atau bentuk laporan yang lainnya.
Dalam theme cycle tentang tanaman, contohnya siswa bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis aktivitas mendengarkan terdiri dari :
- Mendengarkan  guru membaca puisi tentang tanaman.
- Mendengarkan  guru membaca buku yang berisi tentang tanaman.
- Mendengarkan film, videotapes tentang tanaman.
- Mendengarkan ahli botani atau tukang kebun berbicara tentang tanaman.
Aktivitas berbicara meliputi :
- Berpartisipasi dalam diskusi tentang tanaman.
- Berbicara tentang experimen mengenai tanaman yang telah dia lakukan.
- Bertanya kepada ahli botani tentang tanaman.
- Memberikan laporan secara langsung tentang tanaman.
- Menceritakan ulang cerita tentang tanaman, misalnya tentang “The living tree” (Silverstein 1964)
Aktivitas membaca meliputi :
- Membaca buku tentang tanaman.
- Membaca dengan cepat petunjuk tentang tanaman.
- Membaca peta yang menunjukkan tempat tanaman berbeda-beda di tanam.
- Membaca puisi tentang tanaman.
- Membaca di depan kelas buku-buku tentang tanaman.
- Berbagi catatan /note tentang tanaman.
Aktivitas menulis meliputi :
- Membuat pengelompokan tentang tanaman, bunga, pot, atau beberapa topik lain.
- Menulis dengan cepat tentang tanaman.
- Membuat poster untuk membandingkan  dua jenis tanaman.
- Menulis surat kepada ahli botani sebagai permohonan untuk interview.
- Mencatat pertubuhan benih.
- Membuat poster tentang ekologi tanaman.
- Menulis sebuah buku ‘ Semua tentang…………. ‘
- Menulis buku ABC tentang tanaman.
- Meneliti dan menulis laporan tentang tanaman.
- Menulis puisi tentang tanaman.
Figur 14-1 menunjukkan tentang dua contoh tulisan mengenai tanaman.Satucontohmengenai laporan lab tentang penelitian science; yang lainnya adalah pengelompokan tentang tanaman. Itu tidak menutup kemungkinan untuk membuat daftar tentang mendengar, berbicara, membaca dan aktivitas menulis yang berhubungan dengan theme cycle mengenai tanaman, tapi contoh-contoh tersebut memberikan saran bahwa kita harus mengurutkan aktivitas guru yang sesuai dengan petunjuk perencanaan. Hal yang paling penting, kita memahami bahwa bentuk berbahasa juga berperan ketika siswa belajar tentang tanaman.
BELAJAR ILMU SOSIAL MELALUI BAHASA
Seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu social juga berhubungan dengan aktivitas berbahasa. Untuk belajar sejarah, geograpi, politik, atau ilmu social yang lainnya, siswa membaca buku bergambar, buku-buku informasi, buku-buku referensi, majalah dan koran. Mereka berbicara dan menulis secara non formal tentang pembelajaran, dan mereka membuat laboran, puisi, cerita dan aktivitas yang lainnya. Siswa kelas atas yang mempelajari Revolusi Amerika, contohnya, memungkinkan untuk menggunakan bahasa social mereka dalam aktivitas belajar. Untuk aktivitas mendengarkan :
- Mendengarkan guru membacakan buku tentang Revolusi Amerika.
- Mendengarkan lagu pada masa itu.
- Memperhatikan dan mendengarkan film.
- Mendengarkan teman-teman sekelas berbagi tentang tuliasan mereka.
Figur 14-1 Dua aktivitas menulis dari tingkat empat tentang tanaman.
Experimen saya tentang tanaman
     
Pertanyaan saya
Akankah tanaman tumbuh tanpa cahaya ?
Predisi saya
Tidak ada tanaman yang bisa tumbuh tanpa cahaya, karena jika tanaman tidak mendapat cahaya maka air tidak akan menguap dan mereka tidak akan bisa hidup karena terlalu banyak air di atas tanaman.
Catatan pelaksanaan experimen saya
April tanggal 9
Saya menanam benih secara berderet dan menyiramnya setelah itu. Warna benih saya itu coklat, ukurannya setengah dan tidak panjang. Texturnya sangat halus. Bentuknya oval,itu adalah benih kacang.
April tanggal 11
Benih saya tanpa cahaya selama 2 hari tidak ada perubahan
April tanggal 14
Tanaman saya telah tumbuh beberapa inci tanpa cahaya. Itu mengejutkan buat saya.
April tanggal 15
Tanaman saya sudah tumbuh 4 inch berdasarkan apa yang yang saya lihat.
April tanggal 21
Tanaman saya tumbuh 5 inch lebih panjang, sekarang tingginya 12 inch
April tanggal 22
Tanaman saya  terus, saya menanam yang lainnya tanpa saya siram.
April tanggal 23
Tanaman saya tumbuh satu inch lebih tinggi.yang lainnya juga tumbuh meskipun tanpa air.
April tanggal 24
Tanaman saya sekarangtingginya 15 inch, tanaman yang tidak saya siram setinggi 4 inch.
April  tanggal 29
Tanaman saya mati setelah mereka tumbuh maksimal.
Mei tanggal 1
Tanaman saya mati dan menimbulkan bau.
Mei tanggal 2
Tanaman saya telah benar-benar mati dan menimbulkan kesulitan.
Mei tanggal 6
Tanaman saya mati sejak beberapa waktu lalu, saya telah merawat mereka dengan baik.
Mei tanggal 7
Tanaman saya telah mati  dan kami akan membicarakannya pada hari senin.
Mei tanggal 8
Tanaman saya telah mati dan tidak ada lagi saat-saat yang menyenangkan.
Kesimpulan saya
Sekarang saya tahu bahwa tanaman tumbuh menjadi tinggi karena mereka mencari sinar matahari. Mereka mati karena mereka tidak mendapat sinar matahari. 
Siswa bisa berpartisipasi  dalam aktivitas pembicaraan :
- Mendiskusikan informasi tentang Revolusi Amerika
- Mendramatisasi kejadian tersebut dari setiap periode
- Memberikan laporan secara langsung
- Berdebat membicarakan tentang kepahlawanan.
- Menemui salah seorang yang pernah terlibat dalam kejadian tersebut dan mencoba menginterview.
Mereka bisa membaca dari beberapa kemungkinan :
- Buku biograpi  dari seorang revolusioner seperti  Why Don’t you Get a Horse, Sam Adam? (1974)
- Buku-buku yang memberikan informasi tentang revolusi
- Bab khusus dalam buku tentang Revolusionary War Days.
- Puisi  seperti “ Paul Revere’s Ride”
- Peta, cartu, dan diagram tentang Perang Revolusi
- Cerita dikelas, laporan dan tulisan-tulisan lainnya.
Aktivitas menulis bisa termasuk :
- Berpegang pada buku harian seperti Paul Revere, Betsy Ross, atau yang lainnya yang berhubungan dengan masa itu.
- Membuat jadwal dan catatan khusus.
- Membuat daftar catatan tentang apa yang mereka ketahui tentang Revolusi Amerika dan apa yang ingin mereka pelajari dan akhirnya apa yang telah mereka pelajari
- Tulis puisi tentang Revolusi Amerika
- Meneliti dan menulis  laporan tentang kehidupan pada tahun 1700 an.
- Tulis tentang hal-hal yang berhubungan dengan Revolusi di surat kabar .
- Tulis tentang biograpy pahlawan Revolusi Amerika.
BELAJAR LITERATUR MELALUI BAHASA
Literatur yang terfokus mencari dari satu buku , satu penulis, buku-buku yang dikoleksi oleh satu penulis, temanya, bisa dikerjakan dengan satu cara. Siswa tidak hanya membaca dan mendiskusikan  buku tersebut, siswa bisa berpartisipasi dalam berbagai cara dengan membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan (Hancock dan Hill,1987;Moss, 1984; Somers dan Worthington, 1979). Aktivitas mendengarkan meliputi :
- Mendengarkan guru membaca buku Van Allsburg
- Mendengarkan tentang buku yang lanilla di pusat mendengar.
- Mendengar dari videotape tentang jumanji (1981) dan membandingkannya dengan buku
- Mendengarkan diskusi di kelas tentang buku tersebut
- Mendengarkan diskusi hasil tulisan teman-teman di kelas.
Aktivitas berbicara meliputi
- Mendiskusikan buku.
- Meceritakan kembali buku yang sudah di baca
- Mendramatisasi salah satu cerita dalam buku
Aktivitas Membaca meliputi :
- Membaca buku
- Membaca jumanji 
- Membaca sumber-sumber yang lain
- Berbagi dengan tulisan siswa yang lain
Aktivitas menulis meliputi :
- Membuat daftar buku yang akan dibaca.
- Mengelompokkan poin-poin penting dari buku
- Menulis surat untuk Van Allsburg.
- Menulis buku ABC 
- Membuat poster, kartu tentang buku tersebut.
Mendengarkan, berbicara,membaca dan aktivitas menulis menggambarkan bahwa literature bisa dipelajari melalui bahasa.
MEMPELAJARI HAL-HAL LAIN MELALUI BAHASA
Mendengar,berbicara, membaca dan menulis bisa dihubungkan dengan pelajaran matemátika dan pelajaran yang lainya. Dua aktivitas menulis  yang di gunakan dalam pelajaran matemática di kelas, contohnya membuat daftar poin-poin yang akan  pelajari dan menulis tentang kesulitan-kesulitannya. Siswa bisa menuliskan daftar kejadian yang telah dia lakukan di dalam kelas selama lima menit terakhir selama proses belajar (Salem, 1982; Schubert, 1987). Mereka bisa menulis apa yang telah dipelajari selama pelajaran dikelas, menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah, menulis definisi dari istilah-istilah matemática, dan menggambarkan penjelasan tentang hal yang membingungkan mereka.
THEME CYCLES  
Theme cycles sama dengan unit tematic dalam beberapa cara. Seperti tematic unit, tematic cycles  di bangun diantara para siswa dan tentang topic social, siswa dilibatkan dalam berbagai macam aktivitas dalam rangka memfasilitasi proses pembelajaran ditingkat yang lebih tinggi dan cara berfikir yang kritis. Apa yang membuat theme cycles berbeda adalah bahwa pelajar dilibatkan dalam merencanakan dan negidentifikasi beberapa kegiatan. Siswa dilibatkan secara autentik dan penuh arti dalam proses pembelajaran, tidak hanya membaca bab-bab dalam buku pelajaran dan harus menjawab pertanyaan pada akhir bab. Membaca buku bisa saja digunakan sebagai sumber, tapi hanya satu cara dari banyak cara yang lainnya. Siswa menggali topic yang menarik buat mereka  dan menyelidiki jawaban atas pertanyaan yang mereka tentukan dan menarik untuk dibahas. Siswa berbagi apa yang dia telah pelajari diakhir waktu theme cycles dan juga menceritakan langkah-langkah pembelajaran yang telah mereka tempuh di dalam kelas.
Sesungguhnya theme cycles dirancang untuk pengembangan kurikulum pembelajaran.
MERENCANAKAN THEME CYCLES
Untuk memulai merencanakan theme cycles, guru membuat rencana tentang materi untuk theme cycles dan memikirkan kemungkinan kegiatan yang akan dilakukan selama theme cycles. Figur 14-5 menggambarkan 12 kemungkinan hasil dari pengembangan sebuah theme cycle, meskipun itu dipusatkan pada studi sosial ( contohnya, perdagangan emas di California, Revolusi Amerika), Ilmu pengetahuan (musim, mesin, cuaca), kesehatan ( bagian dari tubuh, obat, gizi), geography (benua, sungai Mississipi), literature (cerita misteri, cerita bohong, cerita purbakala, cerita hantu), atau untuk pengarang (Beverly Cleary, Tomie de Paola, Katharine Paterson). Setelah inisial perencanaan ini, guru menemui siswa untuk membicarakan   tentang tema yang akan dibicarakan dan cara yang mungkin di gunakan untuk pengembangannya.

Selasa, 01 November 2011


BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Tentang Bahasa Tulis 
Pengenalan anak-anak untuk bahasa tertulis dimulai sebelum mereka datang ke sekolah. Orang tua dan pemberi perawatan lain membaca kepada anak-anak, dan anak-anak mengamati orang dewasa membaca. Mereka belajar membaca tanda-tanda dan mencetak lingkungan lainnya dalam masyarakat mereka. Anak-anak bereksperimen dengan menulis dan memiliki orang tua menulis untuk mereka. Mereka juga mengamati tulisan orang dewasa. Ketika anak-anak  datang ke TK, pengetahuan mereka tentang bahasa tulis berkembang dengan cepat ketika mereka berpartisipasi dalam pengalaman bermakna, fungsional, dan tulus dengan membaca dan menulis. 
Siswa juga tumbuh dalam kemampuan mereka untuk berdiri kembali dan bercermin pada bahasa. Kemampuan untuk berbicara tentang konsep-konsep bahasa disebut metalinguistics (Yaden dan Templeton, 1986), dan kemampuan anak untuk berpikir metalinguistically dikembangkan oleh pengalaman mereka dengan membaca dan menulis (Templeton dan Spivey 1980). 
1. Konsep Tentang Fungsi Bahasa 

Kamis, 27 Oktober 2011


Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :1(satu)
Hari/tgl :kamis, 3 maret 
Topik perkuliahan :Konsep Dasar Perencanaan Pembelajaran
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
         Perencanaan pembelajaran adalah menyusun perencanaan pembelajaran dengan menetapkan strategi, model, pendekatan, metode, alat dan sumber serta prosedur yang dapat digunakan dalam menyelenggarakan pembelajaran. 
      Ruang lingkup perencanaan pembelajaran:
§ Merumuskan tujuan pembelajaran. 
§ Merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari. 
§ Merumuskan kegiatan belajar. 
§ Merumuskan sumber belajar/media pembelajaran yang akan digunakan.
§ Merumuskan evaluasi pembelajaran. 
      Tujuan perencanaan pembelajaran: 
§ Sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar
§ Sebagai pedoman siswi dan siswa dalam kegiatan belajar 
§ Yang disusun secara sistematik.
      Perencanaan berbasis kompetensi adalah: perencanaan yang diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan, yaitu merencanakan pembelajaran dengan mengarah pada pembentukan siswi dan siswa untuk berkompeten.
      Langkah-langkah perencanaan berbasis kompetensi:
1. Spesifikasi asumsi-asumsi atau preposisi yang mendasar.
2. Mengidentifikasi kompetensi.
3. Menggambarkan secara spesifik kompetensi-kompetensi.
4. Menentukan tingkat-tingkat kriteria dan jenis assessment. 
5. Pengelompokan dan penyusunan tujuan pembelajaran
6. Desain strategi pembelajaran.
7. Mengorganisasi sistem pengelolaan.
8. Melaksanakan percobaan program.
9. Menilai desain program.
10. Memperbaiki program.
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1. Penyampaian materi(ceramah) dari dosen 
2. Diskusi berkelompok yaitu studi kasus tentang pembelajaran kemudian mempresentasikannya.
3. Penguatan oleh dosen.
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
Kesannya:Saya sudah mengetahui pengertian, fungsi, tujuan, serta manfaat perencanaan pembelajaran.
Harapannya: 
§ Agar dapat merumuskan tujuan pembelajaran dengan lebih baik lagi secara sendiri tanpa harus berkelompok. 
§ Dapat merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari secara sendiri tanpa harus berkelompok. 
§ Dapat merumuskan kegiatan belajar/media yang digunakan secara sendiri dengan baik.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :2(dua)
Hari/tgl :kamis, 10 Maret
Topik perkuliahan :Model Desain Pembelajaran: BELLA 
                            H.BANATHY, BRIGGS, dan KEMP
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
       Model pembelajaran Bella H. Banathy terdiri atas 6 langkah yakni: merumuskan tujuan, mengembangkan tes, menganalisis kegiatan pembelajaran, mendesain system intruksional, melakukan tes hasil, dan mengadakan perbaikan.
      Model desain pembelajaran Briggs terdiri atas 10 langkah yakni terdiri dari: penentuan tujuan, perincian tujuan, perumusan tujuan, analisis tujuan, penyiapan evaluasi hasil belajar, seekuen dan jenjang hasil belajar, penentuan kegiatan belajar, monitoring pelaksanaan kegiatan yang direncanakan, evaluasi formatif dan sumatif.
     Model desain pembelajaran Kemp terdiri atas beberapa langkah yang tidak procedural yang dapat dimulai dari mana saja yang meliputi: Tujuan khusus, analisis tugas pembelajaran, analisis pembelajaran, masalah pembelajaran, sumber-sumber pembelajaran, instrument evaluasi, penyampaian pembelajaran, strategi pembelajaran, urutan isi/materi, evaluasi formatif, sumatif, perbaikan, perencanaan, pengelolaan, proyek, dan jasa pendukung.
     Persamaan dan perbedaan model desain pembelajaran Bella H. Banathy, Brigg, dan Kemp adalah: Bella H. Banathy dan Brigg model desainnya bersifat prosedural atau berurutan sementara kemp tidak.     
         2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1. Penyampaian materi(ceramah) dari dosen,
2. Berdiskusi berkelompok membahas masalah model pembelajaran Bella H. Banathy, Briggs dan Kemp, serta mempresentasikannya.,
3. Penguatan dari kelompok. 
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan danharapan ke depannya)
Kesannya:Alhamdulillah saya sudah mengetahui langkah-langkah dari model desain pembelajaran Bella H. Banathy, Briggs, dan kemp,  dan mengetahui perbedaan dan persamaan ke tiga model desain pembelajaran  tersebut.
Harapannya:Semoga dapat menentukan model desain pembelajaran yang tepat untuk   mata pelajaran yang sudah diambil /yang sudah ditetapkan.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :3(tiga)  
Hari/tgl :kamis, 17 Maret
Topik perkuliahan :Model desain pembelajaran: IDI, DICK, dan CARREY, PPSI, dan berbasis kompetensi 
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
Model desain pembelajaran IDI terdiri atas 3 langkah besar yang meliputi: 
1. Tahap pembatasan(define) yaitu meliputi: Identifikasi masalah, analisis latar, dan pengelolaan organisasi.
2.Tahap pengembangan(Develop) yaitu meliputi: Identifikasi tujuan, penentuan metode, dan penyusunan prototype.
3. Tahap penilaian( Evaluate) yaitu meliputi: Tes uji coba, analisis hasil, dan pelaksanaan.
        Model pembelajaran Dick dan Carrey tediri atas 10 langkah yang meliputi: Identifikasi tujuan, analisis pembelajaran, identifikasi perilaku awal, merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan butir tes acuan kriteria, mengembangkan strategi  pembelajaran, mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, merancang dan melakukan evaluasi formatif, merevisi pembelajaran, dan melakukan evaluasi.
        Model desain pembelajaran PPSI terdiri dari 5 langkah yakni: merumuskan tujuan, mengembangkan alat evaluasi, menentukan kegiatan belajar, mengembangkan program kegiatan, dan pelaksanaan.
        Model desain pembelajaran berbasis kompetensi terdiri atas 10 langkah, yakni: Spesifikasi asumsi-asumsi atau preposisi yang mendasar, mengidentifikasi kompetensi, menggambarkan secara spesifik kompetensi-kompetensi, menentukan tingkat-tingkat criteria dan jenis assessment, mengelompokkan dan menyusun tujuan pembelajaran, merancang desain strategi pembelajaran, mengorganisasi system pengelolaan, melaksanakan percobaan program, menilai desain program, dan memperbaiki program.
        Persamaan dan perbedaan model desain pembelajaran IDI, Dick and Carrey, PPSI, dan berbasis kompetensi adalah: Dick and Carrey, ppsi, berbasis kompetensi model desainnya bersifat prosedural atau berurutan, sementara IDI tidak.
      2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode
1. Penyampaian materi(ceramah) dari dosen,
2. Berdiskusi berkelompok, membahas masalah model pembelajaran IDI,Dick and Carrey, PPSI dan berbasis kompetensi serta mempresentasikannya.
3. Penguatan dari masing-masing kelompok.
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
  Kesannya: 
§ Saya sudah mengetahui langkah-langkah dari model desain pembelajaran IDI, Dick and Carrey, PPSI dan Berbasis Kompetensi.
§ Mengetahui perbedaan dan persamaan dari ke lima desain model pembelajaran tersebut
Harapannya:Semoga saya dapat memilih dan menentukan model desain pembelajaran apa yang cocok dari semua model pembelajaran yang sudah dipelajari.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :4(empat)
Hari/tgl :kamis, 24 Maret
Topik perkuliahan :Analisis Kemampuan Awal Belajar
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
        Pengetian:Analisis kemampuan awal pebelajar merupakan kegiatan mengidentifikasi pebelajar dari segi kebutuhan dan karakteristik untuk menetapkan spesifikasi dan kualifikasiperubahan perilaku (tujuan dan materi). 
       Klasifikasi dilihat dari tingkat penguasaan kemampuan awal:
§ Kemampuan awal siap pakai/guna 
§ Kemampuan awal siap ulang 
§ Kemampuan awal pengenalan 
      Langkah-langkah Analisis Kemampuan Awal Pebelajar:
§ Melakukan pengamatan (observasi) kepada pebelajar secara perorangan 
§ Tabulasi karateristik perseorangan pebelajar 
§ Pembuatan daftar strategi karakteristik pebelajar 
      Macam instrumen: Observasi, Interviu, Kuesener, Inventori, dan Tes. 
       Kemampuan awal pebelajar dapat befungsi untuk mempermudah dan mengoptimalkan perolehan, pengorganisasian, dan mengungkap kembali pengetahuan baru (hasil belajar) seseorang.
        2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1. Penyampaian materi(ceramah) dari dosen,
2. Diskusi berkelompok(2 orang)  melakukan pengamatan tentang kemapuan awal pebelajar dengan menggunakan instrumen yang sudah di tentukan oleh dosen, dan mempresentasikannya.
3. Penguatan oleh Dosen.
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
Kesannya: 
§ Saya sudah mengetahui pengertian analisis kemampuan awal pebelajar serta fungsinya.
§ Mengetahui berbagai macam instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan awal pebelajar.
Harapannya: 
Semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi dalam menganalisis dan mengidentifikasi kemampuan awal pebelajar.
                    Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- : 5(lima)
Hari/tgl : kamis, 31 Maret 
Topik perkuliahan : Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
Standar kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat atau semester. Kompetensi dasar adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang minimal yang minimal harus dikuasai oleh peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka telah menguasai standar kompetensi yang ditetapkan.  Langkah-langkah analisis kompetensi adalah : menagambil rumusan kompetensi dasar, menganalisis kompetensi dasar, koreksi jabaran kemampuan. Kompetensi Kognitif berupa: konsep, fakta, prosedur, prinsip atau rumus dan body of knowledge ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan mata pelajaran. Kompetensi keterampilan adalah semua bentuk keterampilan yang harus dapat diperagakan siswa-siswi sehubungan dengan kompetensi yang sedang kita analisis. Keterampilan dapat dipilah menjadi dua bagian, yaitu:Keterampilan yang muara akhirnya berupa barang dan keterampilan yang muara akhirnya berupa penampilan kinerja. Kompetensi sikap berupa rumusan prilaku atau kebiasaan yang berkaitan dengan penerapan sikap nilai dalam kehidupan siswa-siswi sehari-hari. 
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1. Penyampaian materi(ceramah) dari dosen
2. Berdiskusi kelompok(6 oarang) menentukan indikator dari segi kognitif, efektif dan psikomotorik dengan menggunakan kata kerja operasional serta mempresentasikannya.
3. Penguatan dari  Dosen
B. Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan                                    harapan ke depannya)
Kesannya:Saya sudah mengetahui apa yang dimaksud standar kompetensi dan kompetensi dasar  dan Mengetahui bagaimana menentukan  SK KD dalam suatu Mata Pelajaran.
Harapannya:Karena dalam menentukan  SK KD ini saya masih tidak terlalu paham dan masih kesulitan, semoga kedepannya saya bisa menentukan SK KD jauh lebih baik lagi.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :6(enam)
Hari/tgl :kamis, 7 April
Topik perkuliahan :Pengembangan Indikator
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
   Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar(KD), pencapaian KD ditandai dengan perubahan prilaku yang dapat diukur mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan, indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
   Pertimbangan dalam mengembangkan indicator adalah sebagai berikut: 
· Tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD.
· Karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah.
· Potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan.
    Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indicator yaitu: Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator, dan indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang dikenal sebagai indikator soal.
   Indikator berfungsi sebagai pedoman dalam pengembangan materi pembelajaran, sebagai pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran,  sebagai pedoman dalam mengembangkan bahan ajar, dan sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar.
   Indikator di kembangkan dengan langkah-langkah yaitu: menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, menganalisis karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah, menganalisis kebutuhan dan potensi, merumuskan indikator, dan mengembangkan indicator penilaian.
   Indikator dirumuskan dalam bentuk kaliamat dengan menggunakan kata kerja operasional. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi. Unsur-unsur secara lengkap dikenal dengan ABCD (audience, behavior, condition, dan degree).
1. Audience, adalah pebelajar yang akan belajar, contoh audience yang spesifik adalah 搒iswa-siswi kelas 4 semester pertama?
2. Behavior, adalah prilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh pebelajar setelah selesai proses pembelajarannya. Prilaku tersebut terdiri dari kata kerja dan objek. Kata kerja menunjukkan bagaimana pebelajar mendemonstrasikan sesuatu seperti: menyebutkan, menjelaskan, menganalisis dll.
3. Condition, adalah batasan yang kepada dikenakan pebelajar atau alat yang digunakan pebelajar pada saat mereka dites, bukan pada saat mereka belajar.
4. Degree, adalah tingkat keberhasilan pebelajar dalam mencapai perilaku tersebut.
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1 Penyampaian materi(ceramah) dari dosen
2 Berdiskusi kelompok(6 orang), membuat perumusan indikator yang memenuhi unsure Kriteria ABCD(audience, behavior, condition, dan degree) sesuai SK KD yang sudah ditentukan, serta mempresentasikannya
3 Penguatan dari dosen.
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
Kesannya:saya sudah mengetahui pengertian indikator, langkah-langkah pengembangan indikator, dan indikator yang memenuhi unsur kriteria ABCD.
Harapannya:Agar kedepannya dapat membuat indikator yang baik yang memenuhi unsur kriteria ABCD.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :7(Tujuh)
Hari/tgl :Kamis, 14 April
Topik perkuliahan :Pengembangan Strategi Pembelajaran
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
 Strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Starategi pembelajaran ekspositori yaitu: strategi yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari guru kepada sekelompok siswa. Strategi ini disebut juga dengan pembelajaran langsung.
2. Stategi pembelajaran inkuiri  yaitu: rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk menemukan jawabannya sendiri dari suatu masalah. Proses ini dilakukan dengan tanya jawab antara guru dan siswa.
3. Stategi pembelajaran berbasis masalah yaitu: rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaan masalah yang dihadapi secara ilmiah.
4. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir yaitu: bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir siswa, sehingga mereka dapat berfikir mencari dan menemukan materi pembelajaran yang telah dirumuskan.
5. Strategi pembelajaran kooperatif yaitu: kegiatan yang dilakukan siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
6. Strategi pembelajaran kontekstual yaitu:  pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi  yang dapat dipelajari.
7.  Strategi pembelajaran afektif, yaitu: pembelajaran yang berorientasi pada sikap/ nilai bukan kognitif dan keterampilan.
Ada beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan dalam menetapkan strategi pembelajaran, yakni yang berkaitan dengan tujuan materi, pebelajar, dan sebagainya.
Prinsip-prinsip umum penggunaan starategi pembelajaran sebagai berikut: berorientasii pada tujuan, aktivitas, individualitas, integritas, interaktif, inspiratif, meyenangkan, menantang, dan motivasi.
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1. Penyampaian materi (ceramah) dari dosen.
2. Menganalisis dengan masing-masing bahan dari berbagai sumber tentang strategi pembelajaran secara tepat sasaran, kemudian mempresentasikannya.
3. Berdiskusi berkelompok(2 orang) menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan SK KD yang telah dikembangkan.
4. Pengutan dari dosen
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
       Kesannya:
§ Saya sudanh mengetahui strategi-strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran.
§ sudah cukup mengerti  bagaimana cara menentukan strategi pembelajaran  apa yang cocok sesuai dengan materi pembelajaran.
Harapannya:
Semoga lebih mengerti lagi bagaimana cara menentukan strategi  yang baik untuk suatu materi pembelajran, yang mana strategi tersebut dapat membuat peserta didik bisa lebih berkembang secara aktip.
 
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :8(delapan)
Hari/tgl :kamis, 21 April
Topik perkuliahan :Pengembangan media pembelajaran
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
       Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar siswa-siswi. Media pembelajaran dapat dipakai guru untuk memperjelas informasi/ pesan, memberikan tekanan pada hal-hal yang penting, memberikan variasi, memperjelas struktur pembelajaran, dan meningkatkan motivasi. Media tersebut meliputi media berbasis visual(gambar, chart, grafik, transparansi, dan slide), media berbasis audio visual(video dan audio tape), dan media berbasis computer(computer dan video interaktif).
§ Media grafis dapat mengkomunikasikan fakta dan gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara pengungkapan kata-kata dan gambar. Pengungkapan itu bisa berupa diagram, sket, atau grafik.
§ Ada beberapa jenis bagan, diantaranya: bagan pohon, bagan air,bagan arus, dan bagan tabel.
§ Diagram adalah suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperhatikan hubungan timbal balik terutama dengan garis-garis. Diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hany bagian-bagian  terpenting saja yang diperhatikan.
§ Grafik dapat didefinisikan sebagai penyajian data berangka. Ada beberapa macam grafik yaitu:grafik-grafik garis, batang, lingkaran/piring, dan grafik gambar. 
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
1. Penyampaian materi(ceramah) dari dosen
2. Berdiskusi berpasangan (2orang) untuk menentukan media yang sesuai dengan SK KD yang telah dikembangkan.
3. Penguatan dari dosen.
B. Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan  dan      harapan ke depannya)
Kesannya:Alhamdulillah saya sudah Mengetahui bagaimana menentukan media pembelajaran  yang cocok, sesuai dengan  SK KD dengan materi pembelajaran yang ada.
Harapannya:Dalam menentukan Media Pembelajaran kedepannya agar lebih baik lagi, dan lebih bisa menyesuaikan dengan SK KD.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :9(Sembilan)
Hari/tgl :kamis, 29 April
Topik perkuliahan :Midle Tes
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
Midle tes厖
Soal:
1. Apa yang dimaksud dengan desain intruksional? Ruang lingkupnya meliputi apa saja?
2. Apa manfaat dari adanya sebuah perencanaan pembelajaran di awal bagi Guru dan  Siswa?
3. Deskripsikan salah satu model pembelajaran yang kamu ketahui (sesuai tugas kelompok)!
4. Jelaskan pengertian dan fungsi kemampuan awal pebelajar dalam system pembelajaran?
5. Seorang guru akan membuat perencanaan pembelajaran untuk mata pelajaran matematika kelas 5. Apa yang harus dipersiapkan guru untuk mengetahui kesiapan awal siswa?
6. Dalam membuat tujuan pembelajaran (standar kompetensi dan kompetensi dasar) diharapkan memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Jelaskan maksud dari aspek-aspek tersebut!
7. Apa yang kamu ketahui tentang indikator? Bagaimana kriteria membuat indikator yang baik?
8. Apa saja yang harus dipertimbangkan untuk menentukan strategi pembelajran ? jelaskan!!
9. Jelaskan apa saja yang perlu dipertimbangkan jika akan mengembangkan media pembelajran?
10. Buatlah rancangan pembelajaran dengan komponen pengembangan indikator, strategi dan media yang digunakan berdasarkan lampiran berikut!  
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
Dosen memberikan atau membagikan soal ujian(ujian tertulis)
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
Kesannya: Alhamdulilah bisa menjawab semua soal dengan baik,  walaupun tidak semua terjawab secara tepat dan beanar.
Harapannya: Semoga pada ujian yang kedua(final tes) saya berharap dapat menjawab semua soal secara tepat dan benar, dan semoga saya dapat belajar lebih giat lagi. Amin厖
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :10(sepuluh)
Hari/tgl :kamis, 5 Mei
Topik perkuliahan :Analisis Materi Pembelajaran
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
Materi adalah segala sesuatu yang hendak dipelajari dan dikuasai siswa-siswi, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap melalui kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran merupakan sesuatu yang disejikan guru untuk diolah dan dipahami oleh siswa-siswi dalam rangka mencapai tujuan-tujuan intruksional yang telah diterapkan. Dengan kata lain, materi pembelajaran merupakan salah satu unsure atau komponen yang penting untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang berupa fakta, konsep, generalisasi, hukum/aturan, dan sebagainya.
Dalam materi pembelajaran terdapat beberapa hal sebagai berikut:
1. Konsep adalah gagasan atau ide-ide yang memiliki cirri-ciri umum 
2. Prinsip adalah kebenaran dasar yang merupakan pangkal tolak untuk berfikir, bertindak, dll
3. Definisi adalah kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, cirri-ciri utama dari orang, benda, proses atau aktifitas
4. Konteks adalah suatu uraian kalimat yang mendukung atau menjelaskan makna yang dihubungkan dengan suatu kejadian 
5. Data adalah keterangan yang dapat dijadikan bahan kajian
6. Fakta adalah sesuatu keadaan atau peristiwa yang telah terjadi dikerjakan/dialami
7. Proses adalah serangkaian peristiwa yang merupakan gerakan-gerakan perkembangan dari suatu benda atau manusia
8. Nilai adalah sesuatu yang diharapkan, diinginkan dan dicitakan oleh masyarakat
9. Keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan dan mengerjakan sesuatu secara jasmaniah maupun rohaniah.
Langkah-langkah dalam penyusunan materi adalah:
a. Mencermati kolam analisis kompetensi dasar
b. Mendaftar pokok-pokok materi, dan 
c. Membuat deskripsi materi.
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
a. Dosen memberikan materi (ceramah),
b. Dosen membagikan kertas, kemudian mahasiswa-mahasiswi diberikan tugas berkelompok ( 3 orang) mengenai analisis pengembangan materi pembelajaran dari aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik, berdasarkan indikator yang sudah ada
c. Penguatan dari dosen.
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
Kesannya: saya sudah mengetahui bagaimana cara mengembangkan materi pembelajaran dan mengetahui pengertian materi pembelajaran, hal-hal yang ada dalam materi pembelajran dan, langkah-langkah dalam penyusunan materi pembelajaran.
Harapannya: semoga kedepannya saya dapat mendeskripsikan materi dari aspek kognitif, efektif dan, psikomotorik secara tepat, sehingga dapat memasukkannya kadalam rencana pelaksanaan pembelajaran. 
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :11(sebelas)
Hari/tgl :kamis, 12 Mei
Topik perkuliahan :Mengembangkan Alat Penilaian
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
      Penilaian dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar, pertumbuhan serta perkembangan sikap dan prilaku yang dicapai siswa-siswi. 
      Menurut Permendiknas No.20 Tahun 2007 penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik, ini menunjukkan bahwa penilaian yang digunakan dalam pembelajaran adalah penilaian kelas.
Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian projek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja peserta didik, dan penilaian diri.
       Manfaat penilaian kelas:
§ Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
§ Untuk memberikan umpan baik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
§ Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami  peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
§ Untuk umpan baik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan. Kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
§ Untuk memberikan pilihan alternative penilaian kepada guru.
§ Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan.
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni.
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
a. Dosen menjelaskan (ceramah) tentang penilaian dan pengukuran
b. Mahasiswa ditugaskan untuk menilai teman-teman dikelas
c. Brainstorming tentang penilaian dan fungsi penilaian pembelajaran 
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)
Kesannya: sudah mengetahui pengertian penilaian kelas,manfaat,fungsi, prinsip-prinsip, dan rambu-rambu penilaian kelas.dan lainnya.
Harapan: semoga kedepannya dapat melakukan atau melaksanakan penilaian kepada siswa baik secara penilaian tertulis, penilaian kinerja, dan lain-lain secara tepat dengan menggunakan berbagai teknik yang sudah ada.
Jurnal kuliah Desain Instruksional
(Genap 2010-2011)
Pertemuan Ke- :12(dua belas)
Hari/tgl :kamis, 19 Mei
Topik perkuliahan :
A.  Refleksi Perkuliahan 
1. Materi
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. 
Manfaat silabus Sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian 
PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS 
— ilmiah, 
— relevan, 
— sistematis, 
— konsisten, 
— memadai, aktual dan kontekstual, 
— fleksibel, dan 
— menyeluruh. 
KOMPONEN SILABUS 
1. Standar Kompetensi 
2. Kompetensi Dasar 
3. Materi Pokok/Pembelajaran 
4. Kegiatan Pembelajaran 
5. Indikator 
6. Penilaian 
7. Alokasi Waktu 
8. Sumber Belajar 
2. Jalannya perkuliahan (strategi/metode)
B.  Refleksi Diri (kesan/hal yg dirasakan setelah perkuliahan dan harapan ke depannya)