Selasa, 24 Desember 2013
Selasa, 16 April 2013
Aku adalah sibungsu mandiri yang tak luput dari kesedihan
Menjadi anak yang
terakhir (Bungsu), tidaklah seenak yang dikatakan orang dan juga tidak sepahit
yang dibayangkan orang lain. Ada yang bahagia hidup jadi si bungsu ada juga
yang sengsara menjadi si bungsu.
Konon katanya jadi si bungsu itu enak, apakah anda yang bungsu seperti ini:
Konon juga si bungsu memiliki ciri sebagai berikut:
Konon katanya jadi si bungsu itu enak, apakah anda yang bungsu seperti ini:
·
Si bungsu minta apa saja
dibeliin
·
Si bungsu selalu dimanja
·
Si bungsu selalu jadi
anak mamih
·
Si bungsu selalu bikin
iri kakak nya
·
Si bungsu selalu
kebagian jatah besar, dan lain sebagainya.
Konon juga si bungsu memiliki ciri sebagai berikut:
·
Emosional
·
Kurang mendengarkan
suara hati
·
Cenderung mau berupaya
keras
·
Keinginan ingin selalu
diakui keberadaannya
·
Penyimpan rahasia
·
Memiliki empati cukup
tinggi
·
Penuh pengertian
·
Rajin bersemangat ketika
mood oke
·
Suka balas dendam
·
Mudah terpengaruh mood
karena suasana hati berubah-ubah.
Mungkin enaknya jadi
anak bungsu adalah segala keinginan bisa terwujud tanpa harus bekerja keras,tinggal
minta, dikasih deh.
Namun yang akan saya ceritakan di sini adalah si bungsu dari desa yang sedang dilanda kesepian tingkat tinggi.
Cerita di mulai dari seorang anak lelaki bungsu yang hidup di desa yang kedipuannya pas-pasan, orang tuanya adalah petani yang sehari-hari pergi ke sawah.
Si bungsu ini memiliki kakak berjumlah 2 orang yang 1 sudah berkeluarga dan yang 1 nya sebentar lagi juga berkeluarga , dan sudah tinggal di masing-masing rumahnya.
Sebelum kakak-kakaknya menikah si bungsu adalah kesayangan kakak-kakaknya, jika kakaknya punya uang si bungsu selalu dapat jatah. Namun kesedihan si bungsu dimulai saat kakaknya menikah, jatah yang biasanya didapat dari kakaknya sekarang tidak ada lagi, karena kakak tersebut lebih mementingkan keluarganya.
Kesedihan kedua saat si bungsu ingin kuliah, si bungsu harus berusaha meraih cita-citanya tanpa bantuan kedua kakanya dia tidak mengharap bantuan dari kedua kanya karena kedua kakaknya berpenghasilan pas-pasan. Namun walaupun tidak ada yang membantu si bungsu terus berusaha meraih cita-citanya untuk bisa kuliah, dengan mencari kerja samabil kuliah.
Kesedihan ketiga si bungsu adalah saat sang Bapak meninggalkan dunia sebelum melihat si bungsu menikah. Kini si bungsu hidup berdua dengan sang Ibu yang sudah tua renta, si bungsu setiap hari selalu ada di rumah seolah-olah tidak mau jauh dari rumah dan tidak mau di tinggalkan oleh sang Ibu.
Kesedihan keempat si bungsu saat bertemu pacar yang dicintai dan calon istrinya yang juga sama-sama bungsu, bener kata orang kalau bungsu dengan bungsu pasti ada saja yang keras kepala, namun si bungsu suka sadar seorang lelaki harus bisa mengalah demi kebaikan. Kesedihan si bungsu bukan karena pertemuannya calon istrinya yang bungsu juga, melainkan karena si bungsu belum bisa mengontrol emosi dan mengontrol sifat yang ingin diakui keberadaannya.
Kesedihan kelima si bungsu adalah saat si bungsu sudah menentukan tanggal pernihakan dan dirinya belum memiliki uang untuk melangsungkan pernihakan tersebut, saudara-saudara yang lain tidak ada yang mengajaknya bermusyawarah untuk membantu meringatkan beban biaya pernihakan, seolah-olah si bungsu hidup sendiri tanpa saudara, harus bekerja sendiri meraih mimpinya. kadang kalau lagi emosi si bungsu suka iri kenapa kakak-kakaknya di biayai nikah oleh bapaknya sedangkan si bungsu harus berjuang sendiri. Padahal si bungsu suka membantu kakak-kakaknya untuk selalu maju dalam bidang usahannya.
Kini si bungsu sedang dilanda kegelisahan dan kesepian yang mendalam, saat melamun terbesit dalam pikirannya, kenapa aku hidup sindiri coba kalau ada bapak, mungkin bisa lebih tenang, kenapa kakak-kakak aku tidak ada yang bantu aku, kenapa pacarku belum bisa dewasa atau mungkin aku yang belum dewasa, harus bagaimana langkah selanjutnya?.
Dalam pikiran si bungsu setiap hari adalah bagaimana dia mendapatkan uang, bagaimana cara membahagiakan ibunya, bagaimana cara mengobati ibu yang semakin hari semakin tua dan butuh biaya untuk keberlangsungan hidupnya dan ibunya, bagaimana nanti saat pernihakan berlangsung dari mana biaya untuk melangsungkannya, bisa tidak menjadi suami yang bijaksana, bisa tidak menafkahi si bungsu yang di nikahinya, kapan aku jadi seorang pemberani.
Namun yang akan saya ceritakan di sini adalah si bungsu dari desa yang sedang dilanda kesepian tingkat tinggi.
Cerita di mulai dari seorang anak lelaki bungsu yang hidup di desa yang kedipuannya pas-pasan, orang tuanya adalah petani yang sehari-hari pergi ke sawah.
Si bungsu ini memiliki kakak berjumlah 2 orang yang 1 sudah berkeluarga dan yang 1 nya sebentar lagi juga berkeluarga , dan sudah tinggal di masing-masing rumahnya.
Sebelum kakak-kakaknya menikah si bungsu adalah kesayangan kakak-kakaknya, jika kakaknya punya uang si bungsu selalu dapat jatah. Namun kesedihan si bungsu dimulai saat kakaknya menikah, jatah yang biasanya didapat dari kakaknya sekarang tidak ada lagi, karena kakak tersebut lebih mementingkan keluarganya.
Kesedihan kedua saat si bungsu ingin kuliah, si bungsu harus berusaha meraih cita-citanya tanpa bantuan kedua kakanya dia tidak mengharap bantuan dari kedua kanya karena kedua kakaknya berpenghasilan pas-pasan. Namun walaupun tidak ada yang membantu si bungsu terus berusaha meraih cita-citanya untuk bisa kuliah, dengan mencari kerja samabil kuliah.
Kesedihan ketiga si bungsu adalah saat sang Bapak meninggalkan dunia sebelum melihat si bungsu menikah. Kini si bungsu hidup berdua dengan sang Ibu yang sudah tua renta, si bungsu setiap hari selalu ada di rumah seolah-olah tidak mau jauh dari rumah dan tidak mau di tinggalkan oleh sang Ibu.
Kesedihan keempat si bungsu saat bertemu pacar yang dicintai dan calon istrinya yang juga sama-sama bungsu, bener kata orang kalau bungsu dengan bungsu pasti ada saja yang keras kepala, namun si bungsu suka sadar seorang lelaki harus bisa mengalah demi kebaikan. Kesedihan si bungsu bukan karena pertemuannya calon istrinya yang bungsu juga, melainkan karena si bungsu belum bisa mengontrol emosi dan mengontrol sifat yang ingin diakui keberadaannya.
Kesedihan kelima si bungsu adalah saat si bungsu sudah menentukan tanggal pernihakan dan dirinya belum memiliki uang untuk melangsungkan pernihakan tersebut, saudara-saudara yang lain tidak ada yang mengajaknya bermusyawarah untuk membantu meringatkan beban biaya pernihakan, seolah-olah si bungsu hidup sendiri tanpa saudara, harus bekerja sendiri meraih mimpinya. kadang kalau lagi emosi si bungsu suka iri kenapa kakak-kakaknya di biayai nikah oleh bapaknya sedangkan si bungsu harus berjuang sendiri. Padahal si bungsu suka membantu kakak-kakaknya untuk selalu maju dalam bidang usahannya.
Kini si bungsu sedang dilanda kegelisahan dan kesepian yang mendalam, saat melamun terbesit dalam pikirannya, kenapa aku hidup sindiri coba kalau ada bapak, mungkin bisa lebih tenang, kenapa kakak-kakak aku tidak ada yang bantu aku, kenapa pacarku belum bisa dewasa atau mungkin aku yang belum dewasa, harus bagaimana langkah selanjutnya?.
Dalam pikiran si bungsu setiap hari adalah bagaimana dia mendapatkan uang, bagaimana cara membahagiakan ibunya, bagaimana cara mengobati ibu yang semakin hari semakin tua dan butuh biaya untuk keberlangsungan hidupnya dan ibunya, bagaimana nanti saat pernihakan berlangsung dari mana biaya untuk melangsungkannya, bisa tidak menjadi suami yang bijaksana, bisa tidak menafkahi si bungsu yang di nikahinya, kapan aku jadi seorang pemberani.
Kisah inspirasi ini aku
kutip dari http://www.anakciremai.com/2013/03/sibungsu-yang-kesepian.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed:+Anakciremai+(ANAKCIREMAI)
Karena Cerita ini menggambarkan perasaan aku yang juga sebagai seorang bungsu dari 3 bersaudara yang hidup didaerah pinggiran yang sudah ditinggal bapak kami meninggal tapi aku beruntung keluargaku masih peduli dengan diriku
Karena Cerita ini menggambarkan perasaan aku yang juga sebagai seorang bungsu dari 3 bersaudara yang hidup didaerah pinggiran yang sudah ditinggal bapak kami meninggal tapi aku beruntung keluargaku masih peduli dengan diriku
Rabu, 07 November 2012
BENARKAH ? TIDUR PADA SAAT LAMPU MENYALA TIDAK SEHAT
Anda
termasuk orang yang menyukai tidur dengan lampu menyala? atau karena takut dan
trauma tertentu yang menyebabka anda lebih memilih lampu menyala saat tidur
malam. Sebaiknya anda melatih dan membiasakan dengan keadaan lampu padam.
Ada beberapa
pengaruh yang tidak baik terhadap tubuh jika kita tidur dalam keadaan lampu
menyala, ini berkaitan dengan menurunnya produksi hormon melatonin
diantaranya :
Meningkatkan
resiko kanker.
Kok Bisa? Ya, karena penurunan hormon melatonin,
dimana hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh,yaitu sebagai
antioksidan untuk kelangsungan fungsi kesehatan jantung, antikanker termasuk
kanker payudara dan kanker prostat, gangguan-gangguan endokrin, pencegah proses
penuaan termasuk juga pemeliharaan fungsi seksual . Hormon melatonin ini tidak
akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya
atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.
Senin, 28 Mei 2012
jurnal foto yadi Kepedulian Lingkungan Alam yang Semakin Langka Saat Ini
Pengerukan
Bukit dilakukan,
Apa yang kamu ketahui tentang gunung? Masihkan
membayangkan pemandangan yang hijau? Masihkan penuh dengan tanaman, pepohonan
yang tumbuh besar menjulang ke atas langit. Mungkin untuk anak-anak TK, gunung
sama dengan hutan, yang artinya banyak tumbuhan yang tumbuh dengan rimbun.
Kapan anda terakhir pergi ke gunung? Pasti ketika
acara hiking bersama teman kuliah? Ada acara outbond kantor bulan
lalu. Ehm.. sepertinya asik ya, melihat pemandangan yang hijau di depan mata.
Rasanya mata ini adem, sejuk untuk dipandang. Dan tentunya diiringi
suara kicauan burung.
Eit, itu mungkin dulu. Sekarang sudah jarang kita
temui hutan yang asri. Lebih tepatnya hutan yang “gundul”. Karena banyak pihak
yang ingin mengambil kayu dari pohon tersebut buat dijual. Mungkin untuk
dijadikan bahan bangunan? Atau mungkin untuk bahan baku pabrik kertas. Who
know’s?
Yup, tetapi yang saya lihat, khususnya di daerah saya,
banyak terjadi pengerukan gunung, yang diambil tanahnya dan batunya untuk penimbunan lahan
baru/pembuatan pabrik baru atau malah digunakan pondasi/urugan lahan baru yang akan di bangun.
Lain dengan tetanggaku, dia dengan bangganya berbicara
kalau dia telah menjual “gunung” senilai 2 Milyar. Dan dia berniat untuk
membeli gunung yang lain. Karena menurutnya orderan untuk bahan “urugan” sangat
diminati. Dalam pikiranku kok bisa ya dengan bebasnya jual-beli gunung terjadi.
Apa tidak dipikirkan bagaimana efek selanjutnya bagi alam sekitarnya?
Contoh yang lain, coba deh anda jalan-jalan ke daerah loksado, plaihari. Disana
banyak gunung-gunung yang dikeruk. Mereka mungkin menganggap itu bukan gunung
tetapi undakan yang berisi batu kapur atau material lainnya. Yang buat
saya miris, ada perkampungan diatas bukit/gunung tersebut, pertanyaan saya,
jika turun hujan lebat, apakah longsor tidak terjadi?
Tidak heran jika banjir dan longsor kerap terjadi di
negeri ini. Kurangnya daya serap air menjadi salah satu penyebabnya diantara
penyebab banjir/longsor yang lainnya. Bencana longsor menjadi ancaman
tersendiri di daerah perbukitan. Mereka mungkin bebas dari banjir, tetapi
bahaya longsor yang mengancam mereka yang tinggal di perbukitan/pegunungan. Ya,
longsor bisa sangat merugikan dibandingkan banjir. Karena longsor bisa saja
menghilangkan bangunan rumah. Tidak seperti banjir yang menghilangkan perabotan
rumah. Tentu saja dua-duanya sama tidak mengenakan, mudah-mudahan tidak terjadi
kepada kita semua jika kita tetap menjaga / perduli kepada lingkungan alam
sekitar kita.
Ada kiranya para pengusaha memikirkan efek dari
pengerukan itu. Bukan hanya mementingkan nilai ekonominya saja. Bisa dengan
cara menanamkan pohon sebagai penyerap air atau solusi lainnya. Pemerintah
daerah juga diharapkan mengawasi tentang proyek/pengerjaan pengerukan tersebut,
apakah mengancam warga sekitar atau dapat bencana alam? Jangan hanya tanda tangan
tanpa ada pengawasan langsung terhadap proyek tersebut.
Berharap bumi tidak marah dengan perbuatan kita.
Semoga kita menjaga alam dengan baik, karena bukan hanya untuk kita pribadi,
tetapi untuk masa depan cucu dan cicit kita. Amin
Minggu, 27 Mei 2012
jurnal foto @ yadi
Portrait
Jenis foto ini menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam
kesehariannya.
Nah ini ada foto ka sahid keren kan heheheheh...!!
Hoooooooohhh jangan setris ka
tuti heheheheh
Focusing
Istilah focusing dalam fotografi adalah proses penajaman imaji pada
bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah teknik paling
dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan
jelas kita harus melakukan focusing secara tepat.
foto ka ismi beliau lagi memasak “ehhhhhh jangan salah saya juga bisa
berpose” kata beliau
ka tuti lagi
mikirin apa ya.????
Mungkin
memikirkan bivaknya kuat atau tidak
Hoooooooohhh jangan setris ka
tuti hehehehehRabu, 29 Februari 2012
IBUKU SAYANG
.
Ibuku buta sebelah mata!
Aku benci ibuku… Dia telah membuat aku malu!
وكانت تعمل طاهية في المدرسة التي أتعلم فيها لتعيل العائلة.
Sehari-hari dia bekerja sebagai pelayan sekolah demi menghidupi kebutuhan aku dan dirinya.
ذات يوم... في المرحلة الابتدائية جاءت لتطمئن عَلي.
Pada suatu hari, ketika aku masih duduk di bangku SD, ibuku datang ke sekolah untuk melihat keadaanku.
حسست بالإحراج فعلاً ... كيف فعلت هذا بي؟!
Aku sangat malu. Mengapa dia sanggup melakukan ini kepadaku?!
تجاهلتها, ورميتها بنظرة مليئة بالكره.
Aku tidak menghiraukan kedatangan ibu, aku begitu benci dengan kehadiran ibu, akupun pergi dari hadapannya...
وفي اليوم التالي قال أحد التلامذة ... أمك
بعين واحده ... أووووهوفي اليوم التالي قال أحد التلامذة ... أمك
بعين واحده ... أووووه
بعين واحده ... أووووهوفي اليوم التالي قال أحد التلامذة ... أمك
بعين واحده ... أووووه
Esok harinya salah seorang temanku mulai mengejekku,
“EEEE, ibumu hanya ada satu mata!"
“EEEE, ibumu hanya ada satu mata!"
وحينها تمنيت أن أدفن نفسي
وأن تختفي امي من حياتي.
وأن تختفي امي من حياتي.
Aku sangat malu, hatiku rasanya begitu pilu. Ingin rasanya kubenamkan wajahku dari mereka. Aku ingin ibuku pergi dari hidupku!
في اليوم التالي واجهتها:
لقد جعلتِ مني أضحوكة, لِم لا تموتين ؟!!!
لقد جعلتِ مني أضحوكة, لِم لا تموتين ؟!!!
Setiap hari Hatiku diliputi kemarahan. Hingga suatu hari, ketika aku bertemu dengan ibuku, akupun berkata, “Jika engkau hanya mahu menjadikan diriku bahan hinaan mereka, lebih baik ibu mati saja?!!!”
ولكنها لم تُجب!!!
Namun, ibu ku hanya diam!!!
لم أكن متردداً فيما قلت ولم أفكر بكلامي لأني كنت غاضباً جداً .
Aku tidak pernah berfikir tentang apa yang telah kukatakan kepadanya ketika aku memarahinnya...
ولم أبالي لمشاعرها ...
Dan aku tetap tidak akan pernah perduli dengan perasaannya…
وأردت مغادرة المكان..
Aku ingin keluar dari Gubuk ini, rumah ibu…
Ini bukan rumahku…
درست بجد وحصلتُ على منحة للدراسة في سنغافورة.
Sejak saat itu, aku mulai belajar sungguh-sungguh dan akhirnya aku dapat melanjutkan studiku ke Jakarta.
Akhirnya, aku bisa pergi dari gubuk itu…
وفعلاً.. ذهبت .. ودرست ..
Aku sukses di sana. Studiku selesai dengan sempurna. Bisniskupun maju pesat.
ثم تزوجت .. واشتريت بيتاً .. وأنجبت أولاداً وكنت سعيداً ومرتاحاً في حياتي.
Kemudian aku menikah. Aku mampu membeli rumah sendiri dan merawat anak-anakku. Aku begitu bahagia dengan kehidupanku.
وفي يوم من الأيام ..أتت أمي لزيارتي ولم تكن قد رأتني منذ سنوات ولم ترى أحفادها أبداً!
Suatu hari ibuku datang menjengukku. Sudah sekian lama dia tidak bertemu denganku dan tidak pernah berjumpa cucunya!.
وقفت على الباب وأخذ أولادي يضحكون...
Ketika dia berdiri di depan pintu rumahku, anakku mulai mentertawakannya...
صرخت: كيف تجرأتِ وأتيت لتخيفي اطفالي؟.. اخرجي حالاً!!!
Aku berteriak kepadanya, “beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anakku!"
KELUAR DARI SINI SEKARANG!!!
KELUAR DARI SINI SEKARANG!!!
أجابت بهدوء: (آسفة .. أخطأتٌ العنوان على ما يبدو).. واختفت....
Dengan takzimnya ibuku menjawab “Maaf, Saya salah alamat” dan terus pergi dari hadapanku.
وذات يوم وصلتني رسالة من المدرسة تدعوني لجمع الشمل العائلي..
Suatu hari aku menerima undangan reuni alumni lama dari sekolah ku dulu…
فكذبت على زوجتي وأخبرتها أنني سأذهب في رحلة عمل...
Maka, akupun berbohong kepada istriku dengan mengatakan aku akan pergi ke luar kota untuk urusan bisnis…
بعد الاجتماع ذهبت الى البيت القديم الذي كنا نعيش فيه, للفضول فقط!!!.
Setelah acara reuni selesai, akupun pergi ke gubuk ibuku, hanya untuk ingin tahu saja, tidak lebih!!!.
أخبرني الجيران أن أمي....
توفيت…
توفيت…
tetangga memberitahuku bahwasanya
ibuku telah meninggal…
ibuku telah meninggal…
لم أذرف ولو دمعة واحدة !!
Sungguh, tidak sebutir air matapun keluar dari pelupuk mataku.!!
قاموا بتسليمي رسالة من أمي ....
Kemudian tetangga itu menyerahkan sepucuk surat kepadaku, yang telah ditulis oleh ibuku semasa hidupnya
ابني الحبيب.. لطالما فكرت بك..
“Anakku yang dikasihi, setiap saat Ibu selalu merindukan dirimu…”
آسفة لمجيئي إلى سنغافورة
وإخافة أولادك.
وإخافة أولادك.
Ibu minta maaf, bila kedatangan ibu
ke Jakarta telah membuat anak-anakmu
merasa takut.
ke Jakarta telah membuat anak-anakmu
merasa takut.
كنت سعيدة جداً عندما سمعتُ أنك سوف تأتي للاجتماع.
Ibu bahagia kerana kamu telah datang
ke acara Reuni Alumni sekolah di kampung kita…
ولكني قد لا أستطيع مغادرة السرير لرؤيتك.
Tetapi ibu mungkin tidak dapat bangun lagi untuk bertemu denganmu, wahai anakku.
آسفة لأنني سببت لك الإحراج مراتٍ ومرات في حياتك.
Ibu minta maaf, bila ibu sentiasa membuat dirimu merasa malu
semasa engkau hidup.
هل تعلم... لقد تعرضتَ لحادثٍ عندما كنت صغيراً وقد فقدتَ عينك.
Kamu mungkin tidak tahu…. ketika engkau masih kecil, engkau telah mendapatkan sebuah kemalangan, sehingga merenggut sebelah penglihatanmu........
وكأي أم, لم استطع أن أتركك تكبر
بعينٍ واحدةٍ...
بعينٍ واحدةٍ...
Sebagai seorang Ibu, aku tidak sanggup melihat anakku tumbuh dengan satu mata...
ولِذا... أعطيتكَ عيني .....
Oleh karena itu… Aku berikan
salah satu mataku kepada engkau wahai anakku…
salah satu mataku kepada engkau wahai anakku…
وكنتُ سعيدة وفخورة جداً لأن ابني يستطيع رؤية العالم بعيني.
Aku sangat bangga, kerana anak lelakiku dapat melihat dunia ini
dengan mata ibumu ini…
dengan mata ibumu ini…
.....مع حبي.....
…Dengan Cintaku kepadamu…
.....أمــــــــــــك.....
…IBUMU…
Sabda Rasullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Dia memberitahu kamu supaya kamu senantiasa taat kepada Allah dan RasulNya. Kemudian taatlah kepada ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu!
Seandainya air di lautan
dijadikan tinta untuk
menulis jasa ibu, pasti air
di lautan habis, namun
masih ada jasa ibu yang
belum habis tertulis...
Hargailah jasa ibu...
MAKA SAYANGILAH IBU KITA DAN BERBAKTILAH KEPADANYA SEBELUM TERLAMBAT
Cerita yang bnyak memberi saya kesan terimakasih banyak IBU
By A Haryadi
By A Haryadi
Selasa, 28 Februari 2012
Pengemis Yahudi dan Rasullullah SAW
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?
Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA..
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu…
Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya MasyaAllah.. macam meter taxi… jalan terus.
Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.
1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.
4. Bantu pendidikan seorang anak.
5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat hasanah.
6. Bagi CD Quran atau Do’a.
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.
MasyAllah.. Begitu mudahnya mendapatkan pahala dari Allah. Bagaimana mungkin kita tidak menginginkannya..?
Langganan:
Postingan (Atom)





